> Di hari Kamis kemarin, media dari Swedia melaporkan bahwa seorang imigran dari Irak yang berusia 16 tahun, yang tinggal di Swedia, telah memecahkan teka-teki matematika yang sudah memusingkan para ahli selama 300 tahun! .

Hanya dalam waktu empat bulan, Mohamed Altoumaimi sudah menemukan satu formula untuk menjelaskan angka-angka Bernoulli, satu rangkaian penghitungan yang dinamakan dari nama ahli matematika abad 17, Jacob Bernoulli dari Swiss.

Altoumaimi, yang datang ke Swedia enam tahun lalu, berkata bahwa guru-guru di SMA-nya di Falun, Swedia bagian tengah, pada awalnya tidak percaya dengan apa yang telah dia lakukan.

Dia lalu menghubungi professor di Uppsala University, salah satu Perguruan Tinggi ternama di Swedia untuk mengecek pekerjaannya. Setelah diperiksa, professor tersebut menemukan bahwa pekerjaan anak itu benar! Dia lalu menawarkan satu temapt di Uppsala bagi remaja itu..

Tapi untuk saat ini, Altoumaimi memfokuskan diri pada pelajarannya di sekolah dan merencanakan untuk mengambil kelas di musim panas di bidang matematika dan fisika lanjutan tahun ini.

"Aku ingin menjadi peneliti di bidang matematika atau fisika, aku sangat menyukai pelajaran itu. Tapi aku harus meningkatkan bahasa Inggrisku dan ilmu-ilmu sosial dulu," katanya.

Disadur dari Yahoo!

ca-pub-2154947757728137.

Di tiap sekolah selalu ada petugas inti upacara. Mereka lah yang akan menjadi bertugas di hari-hari penting, macam Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan, dan yang semisalnya (kapan ya di Hari AIDS akan diadakan upacara? Atau mungkin Hari Bumi?). Selain petugas yang aku sebut sebelumnya, ada juga petugas lainnya. Mereka adalah siswa-siswi yang ditunjuk untuk menjadi perwakilan kelas sebagai petugas upacara. In other words, setiap minggu, kelas-kelas mendapat giliran untuk menjadi petugas upacara.

Itulah yang akan terjadi pada anak-anak kelasku besuk Senin. Di hari itu, mereka, untuk kedua kalinya di tahun ajaean ini, akan bertugas di hari Senin.

Seperti biasa, seperti yang terjadi di kelas lainnya, di hari Sabtu, sebelum bertugas keesokan Seninnya, kelasku mengadakan latihan upacara. Sebelumnya, tentu, aku pilih dulu siapa-siapa yang akan bertugas. Kali ini aku memilih petugas yang berbeda dengan sebelumnya. Anak-anak yang dulu sudah menjadi petugas, tidak aku pilih kembali. Cara pemilihan itu dengan tujuan untuk memberi keadilan bagi semua anak, dan di saat yang sama memberi kesempatan pada anak lainnya untuk "berbuat sesuatu."

Mereka yang aku tunjuk tadi hampir semuanya enggan sebenarnya. Aku merasa semua tidak mau karena mereka tak berani tampil di depan,atau ga suka. Yang ada di pikirannya, besuk kalau tampil mereka akan diliatin semua orang. Belum-belum mereka berpikir, "jangan-jangan nanti aku akan berbuat kesalahan?" Toh, salah atau nggak kan belum terjadi. Belum tentu berbuat salah kan? Kata siapa akan salah, siapa tau nggak. Mereka punya kecenderungan untuk tidak percaya dengan dirinya sendiri. Karena kecenderungan itulah aku menunjuk mereka, agar mereka bisa melatih kepedeannya.

Selalu ada yang pertama kali untuk segala hal kan? Kalo memang siswa-siswiku itu belon pernah, maka karena itu aku memberinya kesempatan. Agar mereka belajar.

Aku percaya semua anak bisa melakukan sesuatu yang hebat. Jadi tidak ada yang namanya anak yang pintar dalam segalanya. Seorang anak yang dikirim ke semua lomba, mulai dari lomba siswa teladan, olimpiade, cerdas cermat, pidato, debat, baca puisi, hingga makan kerupuk. Bagiku tidak ada anak yang seperti itu.Yang aku percaya adalah setiap anak mempunyai kemampuan untuk menjadi "someone." Mereka hanya harus dipercaya, diberi kesempatan, dan diajari bagaimana cara menjadi hebat.

Termarjinalkannya (baca=terpinggirkannya) anak-anak "hebat" itu terjadi karena "sang guru" tidak mempercayai anak lainnya. Karena sang pendidik merasa anak lainnya tidak bisa, tidak cukup hebat. Atau sebab guru itu takut kalah dan takut dipersalahkan. Dia tak berani ngambil resiko mengirim anak-anak yang tak "teruji", oleh karena itu dia selalu mengirim siswa-siswi yang sudah pernah ikut lomba yang sebagai akibatnya hanya anak-anak itu saja yang dikirim. Bukan karena anak lainnya tidak bisa atau tidak mampu, tapi lebih karena anak-anak lainnya tidak dipercaya, dan, atau, sebab gurunya adalah tipe orang yang ingin main aman. Yang sangat berhati-hati dalam melangkah, hingga saking hati-hatinya dia tidak melangkah sama sekali! Model orang yang tidak suka mengambil resiko, yang menganggap kekalahan adalah dosa yang layak masuk neraka dan akan terbakar di dalamnya. Kekal sengsaranya! Mungkin itu pesan dari kiainya?!

Dengan dasar itulah aku memilih petugas upacara. Aku ingin memberi kesempatan pada mereka untuk belajar. Untuk merasakan sensasi kegugupan saat harus bertugas dan di saat yang sama belajar mengatasinya. Dan ketika bisa mengatasinya, aku ingin mereka sadar bahwa mereka hebat. Jikalau pun mereka gagal dan aku berdosa karenanya, biarlahb aku jadi pendosa dan kekal terbakar apinya. Kalaupun gagal, aku ingin mereka belajar dari kegagalan itu. At least, mereka sudah berani melakukan hal yang mereka takutkan, telah berani menaklukkan their inferiority.

Bagiku, apa yang akan terjadi besok Senin, entah upacara akan berjalan sukses atau tidak bukanlah yang terpenting. Ketika mereka mau dan berani (mungkin aku paksa untuk berani alias memberani-beranikan diri) untuk maju betugas, lepas bagus atau enggaknya, mereka adalah PEMENANG bagiku. Tatkala memutuskan untuk mengiyakan "permohonanku" untuk menjadi petugas mereka adalah JUARA.

Walau mereka mungkin enggan dan tidak percaya dengan kemampuan mereka sendiri, aku yakin besok Senin, anak-anak kelas XI Sosial 4-ku akan bertugas dengan baik.

Berikut ini, JUARA-JUARA yang akan menjadi petugas upacara esok Senin :
  • Pemimpin Upacara : Slamet Kamarudin
  • Ptotokol : Devi Yulita
  • Pemimpin Regu : Achmad Ali Mahmudi, Nunuk Aji Pamungkas
  • Pembaca UUD : Yayuk
  • Pembaca Doa : Suntari
  • Pembawa Naskah Pancasila: Umar
  • Petugas Bendera : Yuda, Arom, Indah
  • Penjemut Pembina Upacara : Jupri
  • Dirigen : Dewi Sudarwati
Mereka adalah anak-anak pilihanku.
>Beberapa waktu yang lalu, anak-anak kelas XI Sosial yang aku ajar melakukan job vacancy analysis.
Aku minta membentuk kelompok yang maskimal terdiri dari 5 anak. Kemudian, mereka membawa koran hari sabtu. Setelah itu yang harus mereka lakukan adalah:
  1. Menghitung jumlah lowongan pekerjaan yang ada di koran itu (bukan iklan lowongan yang dari iklan baris).
  2. Menghitung jenis-jenis pendidikan yang dibutuhkan untuk tiap lowongan. Misal SMP ada berapa lowongan? SMA berapa, D1 berapa, D3 berapa, S1 berapa, dst.
  3. Setelah rincian tiap jenis pendidikan didapat, Siswa harus merinci jurusan yang dibutuhkan. Misal, dari total D1 yang berjumlah 3, jika dirinci maka 2 lowongan membutuhkan D1 komputer, sedang 1 D1 akuntansi.
  4. Menganalisa jenis-jenis pekerjaan yang ditawarkan untuk tiap-tiap tingkatan pendidikan.
  5. Menganalisa persamaan dan perbedaan persyaratan yang dibutuhkan untuk jenis pekerjaan yang sama.
Analisa yang mereka lakukan itu bertujuan untuk:
  1. Mengetahui pekerjaan apa saja yang ditawarkan.
  2. Mengetahui kemampuan apa saja yang perlu dipelajari untuk masuk ke dunia kerja.
  3. Tingkat atau jenis pendidikan apa saja yang paling banyak dicari oleh pemberi kerja (perusahaan).
Jika semua itu telah diketahui, diharapkan hal itu akan membantu siswa-siswi dalam mempersiapkan diri mengahadapi masa depan mereka secara umum, dan secara khusus membantu mereka dalam memilih jurusan jika mereka kuliah nanti.

Di minggu ini analisis telah mereka lakukan. walau tidak seperti yang saya harapkan, tidak semua kelompok membawa koran yang diperlukan. Oleh karena itu aku meminta mereka untuk keluar kelas, dan menganalisa lowongan pekerjaan secara individu.

Bagi kelompok yang tak lupa membawa koran, job vacancy analysis adalah tugas kelompok. Mereka juga mengerjakan tugas mereka dengan baik. Tiap anggota kelompok berbagi tugas dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Sesekali mereka bertanya, tapi bisa dibilang semua berlangsung lancar.

Foto di samping diambil dari kelas XI Sosial 3. Diantara semua kelompok yang ada, hanya dua grup yang membawa koran. Sebagai hasilnya kelas terlihat sepi.


Hal yang hampir sama terjadi di kelas XI Sosial 4. Hanya dua kelompok yang membawa koran. Konsekuensinya, yang tidak membawa harus keluar kelas, seperti terlihat di bawah ini. Jika kalian perhatikan, hampir semua anak tidak berani memperlihatkan wajah mereka. Malu sepertinya.


Ketika jam pelajaran hampir berakhir, rata-rata setiap kelompok sampai di langkah ke-4 atau hampir selesai. Karena Jam tidak mencukupi, akhirnya tugas tersebut aku minta untuk dilanjutkan di rumah.

Langkah selanjutnya setelah job vacancy analysis selesai, mereka aku minta untuk membuat lamaran pekerjaan dan curriculum vitae dalam bahasa Inggris. Tentu saja sebelumnya aku jelaskan dan beri contoh terlebih dahulu.
Hampir satu minggu lalu SMA 1 Ngawen mengikuti kompetisi mading di Purwodadi. Di lomba itu, mading dari SMA negeri yang terletak di pojok barat kabupaten Blora menjadi pemenang pertama. Sebagai hasilnya, mading yang dibuat oleh 6 anak tersebut itu maju ke kompetisi lanjutan di Jepara pada hari Rabu, 27 Mei, dan ditandingkan dengan pemenang-pemenang dari Zona lainnya.

Sekarang adalah tanggal 28 Mei. Kemarin, tanggal 27 Mei, mading anak SMANGA dilombakan di kota kelahiran pahlawan emansipasi, R.A. Kartini.

Berbeda dengan lomba sebelumnya di Purwodadi yang hanya dihadiri oleh tiga anggota mading, kali ini, kompetisi di Jepara bisa diikuti oleh semua anggota grup mading (thanks to Bapak Misgiyanto, Kepala Sekolah SMA N 1 Ngawen).

Tim mading berangkat dari sekolah sekitar pukul 08.30an dengan mobil yang that was driven by Bapak Edi. Seluruh anggota tim, Aziz, Andri, Erna, Hefi, Restu, dan Putri, dengan penuh semangat pergi ke lomba yang tidak akan pernah mereka lupakan itu.

Rute yang diambil adalah Sekolah-Kunduran-Puncak Wangi-Juwana-Tayu-Jepara. Perjalanan bisa dikatakan sangat lancar, walau aku merasa kurang nyaman karena agak masuk angin. Di tengah perjalanan aku menerangkan ke semua anggota tim bahwa nanti yang bisa didaftarkan hanya 5 anak. Alternatif pertama, adalah Aziz, Erna, Hefi, Andri, dan Putri. Tapi karena karena ada aturan bahwa anggota madding harus menyerahkan fotokopi kartu pelajar, sedang aziz tidak mempunyainya, maka muncul alternatif kedua. Pilihan berikutnya adalah Erna, Hefi, Andri, Restu, dan Putri yang akan didaftarkan. Mereka pun bisa mengerti dengan penjelasan yang aku berikan. Baik Restu atau Aziz bisa memahami jika mereka tidak bisa didaftarkan. Sikap yang sangat dewasa menurutku. Mengalah demi keutuhan tim.

Selain menjelaskan tentang hal itu aku juga menerangkan tentang kemungkinan bahwa mereka akan diminta mempresentasikan madding yang dibuat. Memang itu hanyalah kemungkinan, tapi tetap saja semua harus dipersiapkan. Sedia payung sebelum hujan. Baik Aziz ataupun Erna (yang aku tunjuk sebagai orang yang mungkin memberi presentasi) antusias mendengar my explanation. terutama Erna, dia malah mengharapkan sekali agar ada presentasi. Agak banci tampil juga dia...hwakakakaka....

Pada pukul 12,00an kami mulai memasuki Jepara. Karena waktu registrasi masih 1 jam lagi, dan hari juga sudah siang, kami pun memutuskan untuk makan siang dulu Mobil pun dihentikan di depan warung yang ramai. Banyak sekali kendaraan, baik roda dua atau empat. yang diparkir di depan rumah makan itu. Di warung Rahayu itu kami mengisi perut terlebih dahulu sebelum mengikuti lomba. And you know what, The food was so yummy! (Nyam...nyam...nyam....jadi laper lagi neh)

Waktu itu karena aku ngerasa laper ya aku yang ngantri makan duluan. Aku pesan udang...hmmmmm.... Bp. Edi ma ikan dorang, Andri dan Aziz dengan daging, Restu entah dengan apa, sedang para cewek berlauk lele. Hefi dan Putri malah lele dengan sayur bayam! anak yang aneh?!

Aku bilang, "lele tu paling cocok pake sayur rawon!"

Hwakakaka... :D

Anyway, setelah pit stop isi perut selesai kami pun segera menuju ke Gedung Wanita di Jalan Kartini, tempat berlangsungnya acara. di depan gedung banyak sekali dipasang umbul-umbul dan spanduk kartu As dan Zona Asik present D'Masiv. Mobil-mobil juga banyak yang sudah diparkir diluar gedung.

Setelah memarkir kendaraan kami pun langsung menuju gedung.Di depan gedung terpasang mading-mading. Kata Aziz, "itu maddingnya pak." But, karena waktu sudah jam 13.00, kami lalu registrasi dulu. Saat sampai di meja registrasi sudah ada kelompok yang mendaftar. Ternyata mereka dari grup band. Anak Ngawen merupakan tim madding pertama yang registrasi.

"wah good sign neh," gitu batinku.

Segera setalah mendaftar, kami menuju ke depan untuk melihat madding. Disana sudah terdisplay 5 madding yang salah satunya dari SMA 1 Ngawen. Tentu saja anak-anak langsung berpose di depan madding. Narsisnya kumat!

Coba tebak, siapa yang ada di belakang Putri dan Erna, yang memegang tiket Zona Asik present D'Masiv!

Yup bener, itu setan!

Hwakakaka.... (maaf Ziz becanda! he....)

Itu Aziz anak Wantilgung.

FYI, madding di atas kepala Restu adalah madding SMA 1 Ngawen. Di bagian atas madding yang agak terbuka itu adalah halaman ketiga. Halaman pertamanya ialah gambar cowok berseragam OSIS itu.

Berikut ini beberapa gambar madding lain yang terpasang di depan Gedung Wanita.



Aku tidak begitu inget yang mana pastinya, tapi madding di atas adalah madding dari SMA dari Demak dan Rembang. Entah yang mana yang Demak, yang mana yang Rembang. Selain dari daerah itu. finalis madding juga berasal dari SMA-SMA di Kabupaten Grobogan. Lingkup kompetisi sendiri mulai dari Kabupaten Blora, Grobogan, Rembang, Pati, Demak, dan Jepara.

Setelah puas narsis-narsisan dan melihat-lihat madding, kami pun langsung memasuki gedung. Di dalam keadaan masih cukup sepi. Penonton yang ada masih sedikit. keadaan di dalam, menurutku sangat kotor. Gedungnya tidak terawat, keadaan tempat duduknya pun memprihatinkan. Kami, then, mengambil di tempat duduk di dekat panggung, di tribun pinggir panggung. Cukup lama kami duduk di situ, mulai sound check hingga band kedua. Karena keadaan di atas panas akupun pindah ke bawah saja, sedang anak-anak tetap di atas. Tak lama kemudian Aziz menyusul ke bawah.

Singkatnya, kami harus menunggu 7 band dan 6 dance team tampil untuk menunggu pengumuman pemenang madding. Bahkan ketika pemenag band dan dance competition diumumkan madding pun tak juga dibacakan jawaranya. Karena takut jangan-jangan madding tidak dibacakan, entah karena lupa atau tidak dilombakan, aku dan Aziz pun mencari panitia untuk menanyakan tentang madding. Kami berdua berlari memutari gedung untuk mencari panitia yang bisa ditanyai. Di tengah ketidaksabaran kami itu, kemudian kami dikejutkan dengan suara,

"Pemenang pertama madding adalah SMA ! Ngawen!"

Wah...seneng banget rasanya. Benar-benar bahagia! Segera saja Aziz dan aku bersalaman. Aku lalu menyuruh Aziz naik ke panggung tapi karena dia tidak memakai tanda pengenal peserta madding kami langsung berlari mencari anak-anak lainnya, meminta mereka agar segera naik ke panggung untuk menerima hadiah. Aku menemui Hefi dan Putri menyuruh mereka untuk naik ke atas dan bertanya mana Erna. Tapi ternyata si cewek "panjang" itu sudah di atas panggung!

Setalah menerima piala dan sertifikat cewek dari Todanan itu turun dari panggung dan kami pun bergantian memegangi piala yang baru saja diperoleh. Tak henti-hentinya kami mengagumi hasil jerih payah kami. Belum hilang girangnya kami semua karena mendapatkan juara pertama, tiba-tiba penonton bersorak. D'Masiv naik ke panggung!

Anak-anak langsung lupa dengan pialanya, mereka segera berebutan maju ke depan mendekati panggung. Depan panggung yang tadinya sepi tiba-tiba terisi penuh dengan penonton. Semua bersorak, menjerit, berteriak, dan melompat menyambut band favorit mereka muncul. Gegap gempita berkumandang, sorak sorai D'Masiver tak henti-hentinya terdengar. Ponsel pun tal lupa mereka acungkan, mereka momen yang mereka tunggu-tunggu. Udara tiba-tiba terasa panas dan langka karena ratusan orang berebut menghirupnya. Keadaan benar-benar ramai dan semua orang bersemangat. Atmosfernya sungguh menakjubkan.

Ketika Ryan D'Masiv mulai bernyanyi penonton pun menggila. D'Masiv langsung menggeber lagu berirama up-beat sebagai lagu pembuka mereka. Pilihan yang tepat karena lagu itu langsung memacu adrenalin semua yang hadir di Gedung Wanita. Semunya, cewek dan cowok, laksana kesurupan bernyanyi melompat dan menggerakkan tangan mereka mengikuti lagu. Suara sang vokalis membahana membius pencintanya bagai racun yang nikmat untuk mereka.

Setelah pertunjukan D'Masiv berakhir team madding lansung aja berpose dengan hasil perjuangan mereka.

Hayo gambar sapa yang paling lucu? Mengapa? Teliti satu per satu deh. Ada yang salah pokoknya. Aku juga baru tau kok.

Sebelum pulang panitia memberitahu aku agar kami tidak pulang terlebih dahulu dan diminta ke meja registrasi. Disitu kami, kemudian, diberi satu lagi sertifikat. Selain itu, mereka juga bilang bahwa kami akan diberi hadiah lainnya. Singkatnya, kami diberi amplop putih yang bertuliskan SMA ! Ngawen.

Setelah itu kamipun langsung pulang. ketika kami meninggalkan Gedung Wanita, waktu sudah menunjukkan pukul 18.15an. Sudah beranjak malam. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini perjalanan pulang melalui Kudus.

Sesampainya di kota jenang, kami berhenti di sebelah timur aloon-aloon, untuk ngasih makan cacing-cacing di perut dan juga merayakan kemenangan. Perjalanan menuju rumah masih sangat panjang, kami harus recharge our energy first. Kami semua mampir di KFC. Jarang-jarang kan kami makan di tempat itu, dan kemarin adalah waktu yang tepat untuk makan di restauran fast food itu. We got something to be celebrated right.

Sesudah selesai makan disitu kami pun meneruskan perjalanan. Dari kudus hingga Juwana perjalanan berlangsung lambat karena banyak sekali truk-truk besar di jalan, sedangkan lebar jalan relatif sempit. Tapi setelah Juwanan, mobil dapat melaju tanpa hambatan. Seperti ketika berangkat, kami melewati Puncak Wangi dan langsung ke Todanan. Sesampainya di Todanan si Erna turun, dan di Kunduran Restu dan aku juga turun. Aziz, Andri, Hefi, dan Putri berhenti di Ngawen. Aku sendiri meneruskan perjalanan ke Cepu dengan sepeda motor dan sampai di kotaku sekitar pukul 24.00, sudah di awal hari Kamis.

Aku yakin kami semua, Aziz, Andri, Restu, Putri, Hefi, Erna, Pak Edi, dan aku, sangatlah capek. Tapi, aku juga tahu pasti bahwa kami semua puas dan terlelap dengan senyum. Bukan karena kemenangannya, tapi karena kerja keras dan perjuangan yang telah kami lakukan.
Jumat, 22 Mei, kemarin, di Purwodadi diselenggarakan lomba mading kreatif dalam rangka zona Asik present D'Masiv. Kompetisi tersebut diadakan di Rumah Makan Pojok Kalegan, Nglejok, Purwodadi mulai pukul 14.00.

Sebenarnya tim mading yang diwakili oleh tiga orang anak, Aminuddin Aziz, Andri Saputra, dan Restu Singgih, dan juga aku, tidak tahu dimana R.M. Kalegan itu, kami pun tetap berangkat.

"Kan bisa tanya," gitu pikirku dalam hati.

Kami berangkat menuju tempat lomba pada pukul 12.30. Perjalanan dengan sepeda motor ditempuh selama 1,5 jam karena sempat berhenti beberapa kali untuk ngisi bensin dan mampir ke rumah Restu dulu. Sesampainya di sana, tim langsung registrasi ulang.

Acara di sana, selain lomba mading juga ada lomba dance dan band. setelah semua peserta kompetisi dance dan band tampil, pada sekitar pukul 15.30an pengumuman pemenang dibacakan.

Anyway, setelah registrasi kami pun terus mencari tempat duduk dan segera pesan makanan. Laper banget! Wajar kan kalau kami lapar coz emang ketika berangkat belon sempet makan siang.

Rumah makan itu tempatnya nyaman, walau mejanya agak berdebu. Desain tempatnya lesehan gitu. Model kayak "Tempuran" gitu. If you know what I mean. Maksudnya kayak rumah makan-rumah makan yang menu andalannya ikan bakar gitu. Yang restaurannya berdiri di atas kolam ikan gitu.

Sembari kami makan, audisi band pun dimulai. Satu persatu peserta band tampil. Di giliran kedua, band dari perwakilan SMA 1 Ngawen, "Plengah Plengeh band", tampil. Grup musik yang beranggotakan Rizka, Badri, Syigit, dan Ojhie itu tampil memainkan lagu dari Wayang.

Sementara band dari SMANGA tampil, tim madding asyik photo-photo..hwakakaka.... Acara yang kayak gitu ga boleh ketinggalan dong!


Audisi band yang dilakukan di hari itu diselengi dengan kompetisi dance. jadi setiap dua band yang tampil akan disela dengan satu team dance, begitu seterusnya. Band yang tampil juga asyik-asyik, walau lagu mereka ga se-catchy lagu yang dimainkan "Plengah Plengeh band."

Setelah semua grup band dan dance tampil, maka para pemenag diumumkan, termasuk untuk madding. Hasilnya, kita, SMA 1 Ngawen, menjadi pemenang mading!

seneng banget rasanya. anak-anak langsung berlarian menuju panggung, sedang aku tetap di tempat kami makan, mensyukuri apa yang telah kami peroleh. Menjadi 1st winner.

Saking senengnya, waktu itu aku sampai lupa ga bayar makanan dan langsung keluar. Terhanyut kemenangan kali...hwakakak.... Waktu itu mas pelayannya, tanya ke aku pas aku udah di luar,

"Mas tadi udah belajar belon?"

Waktu itu aku awalnya ga ngeh, tak pikir belon bayar parkir. Berhubung belon bayar parkir, aku trus bilang, "belon Mas."

Tapi seketika aku menjawabnya, aku trus inget,

"Duh, aku belon bayar makan. Wah, sorry mas...aku lupa," kataku cepat sesaat setelah aku ingat kembali.

By the way, di luar ketika mau pulang, anak-anak seperti biasa foto-foto merayakan kemenangan mereka. Semua senang. Menjadi pemenang emang menyenangkan ya? Tapi bukan kemenangan itu yang indah, tapi ketika kerja keras anggota tim mading mendapat hasil. Perjuangannya yang buat keberhasilan ini menjadi manis! Betul ga?

Untuk selanjutnya, madding masih akan dilombakan lagi di Jepara melawan pemenang dari zona lainnya. Di Jepara, Rabu 27 Mei, pula prize untuk madding diberikan.Itu menurut contact person dari Telkomsel yang aku hubungi.


Berikut ini tampilan maddingnya...






Tiga gambar madding tersebut ada di satu halaman. Teknisnya, madding tersebut dibuat bertingkat. penjelasan lebih lanjut akan dijelaskan di posting berikutnya.
>Campioni d'Italia, Campioni d'Italia, Campioni d'Italia, Campioni d'Italia!

Di hari ulang tahun presiden Inter, Massimo Morrati, Inter memenangkan scudetto karena AC Milan pagi tadi ditundukkan oleh Udinese. Dengan memenangkan Liga Italy, tim biru hitam ini memecahkan rekor sebagai tim pertama yang dipimpin oleh pelatih asing yang menjuari liga di tahun pertamanya. Dengan kemenangan in Nerazzuri berarti telah menjuarai Liga Italia empat tahun berturut-turut.

Ketika merayakan Scudetto tadi pagi, Zlatan Ibrahimovic berkata bahwa dia (Inter)akan memenangkan semua kompetisi tahun depan. Isyarat bahwa pemain Swedia itu akan bertahan di Inter.

>

Barça telah memenangkan liga Spanyol pagi tadi karena Real Madrid yang bertanding di El Madrigal gagal memenangkan pertandingan. Empat hari setelah mengangkat Piala Raja, Barca memperoleh piala kedua mereka musim ini. Gelar ini adalah yang ke-19 bagi Blaugrana. Terakhir kali the Catalans memenangkan kompetisi di tahun 2005/06, musim dimana mereka juga mendapatkan piala Liga Champions.

Dengan 86 poin dari 35 pertandingan, tim dari Catalonia ini telah memecahkan rekor. Barca memperoleh 50 poin hanya dari separuh jalannya kompetisi, telah memecahkan rekor kemenangan beruntun di kandang sebanyak 9 kali. Selain itu, tim ini juga tidak terkalahkan dari pertandingan ke-4 hingga ke-24, mencetak hampir 3 gol per pertandingan. Sampai saat ini masih 3 pertandingan yang tersisa dan Barca masih mungkin menciptakan rekor lainnya!
>Kemarin malam Mancehester United ditahiskan sebagai juara Liga Inggris 2008/2209. Title tersebut adalah gelar ke-11 selama premier league dilangsungkan dan juga merupakan gelar ke-11 yang dipersembahkan Sir Alex Ferguson.

Di awal musim kompetisi tahun ini, perjalanan the Red Devils tidak lah mulus. Hingga matchday ke-3, Setan Merah hanya berada di peringkat ke-13 dengan 4 poin. Bahkan di pertandingan ke-3 itu juga tim yang berasal dari Manchester ini dikalahkan oleh rival beratnya, Liverpool, 2-1.

Meskipun demikian, kejeniusan Sir Alex membuktikannya. Di tengah padatnya jadwal pelatih MU itu bisa mengangkat tim menjadi yang terbaik di inggris. Ingat, Inggris mempunyai kompetisi terpadat di dunia, selain Premier League, masih ada FA Cup, dan juga Carling Cup. Berbeda dengan Negara-negara lain yang hanya memiiki dua kompetisi, misalnya, Italy hanya Liga dan Coppa. Selain itu, Setan Merah juga masih harus mengikuti Liga Champions dan harus terbang jauh ke Jepang untuk bertanding di FIFA Club World Cup.

Seperti yang tertulis dalam manutd.com ada 18 alasan mengapa Manchester United menjadi kampiun musim ini:

1. Ryan Giggs
Pemain dari Wales ini sudah dikenal sebagai salah satu sayap kiri terbaik di dunia, tapi perannya sebagai pemain tengah di musim ini sangat mengesankan.

2. Frederico Macheda
Semua anak berusia 17 tahun mungkin bermimpi untuk mencetak gol penentu, dan itulah yang dilakukan oleh pemain yang berasal dari Italia ini. Dia mencetak gol kemenangan MU atas Aston Villa di laga debunya! Yang lebih menakjubkan lagi, anak itu mencetak gol kemenangan Red Devils atas Sunderland di laga berikutnya!

3. The Serbian
Peran Nemanja Vidic musim ini sangat lah besar. Dia adalah satu-satunya pemain yang selalu ada di back four ketika rekor tanpa kemasukan dibuat. Selain itu, bek Serbia ini juga mencetak gol krusial di kompetisi tahun ini.

4. Rekor Cleansheet
Kita tidak akan memenangkan suatu pertandingan jika tim lawan mencetak lebih banyak gol, jadi rencana paling dasar adalah jamham kemasukan. Inilah yang dilalakukan Setan Merahdengan menjaga gawangnya untuk tidak kebobolan selama 14 pertandingan, dari 3 November-18 February, atau sama dengan 1334 menit tanpa kebobolan!

5. Laga kandang
Dapatkan poin penuh di kandang. Sementara Liverpool kehilangan 12 poin di kandang, MU hanya kehilangan 5 poin di Old Trafford, seri dengan Newcastle 1-1 dan kalah dari Liverpool 1-4.

6. Hari yang Pahit
Kebanyakan fans MU tidak akan mau mengingat kekalahan 1-4 di kandang oleh Liverpool, tapi hari yang pahit itu mengingatkan setiap anggota tim (dan juga fans) untuk tetap menapak bumi. Kekalahan itu adalah pelajaran bagi semua untuk bekerja semakin keras dari sebelumnya.

7. Pembagian gol
Striker mencetak gol itu sudah biasa, tapi di Red Devils, selain 4 striker, ada 11 orang lagi yang mencetak gol. Jadi, total ada 15 pemain yang masuk papan skor. Jika kamu pemain bek lawan, maka kamu akan keingungan akan menjaga pemain MU yang mana, karena semuanya bisa membobol gawangmu.

8. Kemenangan di Jepang
Setelah merasakan kemenangan di FIFA Club World Cup, para pemain MU jadi semakin lapar akan kemenangan. Hasilnya, setelah pulang dengan membawa gelar Juara Dunia Antar Klub dari Jepang, Setan Merah memenangkan 19 dari 20 pertandingan yang mereka jalani. Menakjubkan!

9. The four Striker
Lebih adri satu kali Sir Alex mengaku kebingungan akan memasang siapa di lini depan. Adanya Tevez, Berbatov, Rooney, dan Ronaldo memungkinkan pelatih dari Skotlandia ini untuk menyesuaikan taktiknya.

10. CR7’s free kicks
Jujur Ronaldo tidak mencetak gol sebanyak musim lalu. Tapi 18 gol tidak terlalu buruk bukan. Bahkan jumlah gol tersebut masih lebih banyak dari siapapun di Premier League. Ingat pula tendangan bebas yang sudah dia buat?


11. Skuad yang Besar
Dengan jumlah pertandingan yang harus dijalani (66 pertandingan, 11 kali lebih banyak dari Liverpool dan 26 kali lebih banyak dari beberapa tim papan atas lainnya), skuad yang besar tentu sangatlah penting. Jumlah pemain yang memadai memungkinkan Sir Alex untuk merotasi dan menjaga kebugaran pemainnya. Total 31 pemain sudah dimainkan di musim ini.

12. Bintang Muda
Mulai dari Jonny Evans dan Rafael da Silva yang sering kali diturunkan, hingga ke Federico Macheda dan Danny Welbeck yang sudah mencetak gol, mempunyai peran dalam kemenangan musim ini. Tak lupa pula, Richard Eckersley, RodrigoPossebon, Darron Gibson dan Zoran Tosic juga diberi kesempatan untuk mencicipi kompetisi tingkat atas.

13. Late Winners
Setan Merah mencetak lebih banyak gol di 15 menit terakhir daripada di 15 menit lainnya. Selain itu, 5 gol dicetak di menit 90 keatas! Tiga diantaranya oleh Berbatov, Vidic, dan Macheda telah merubah seri menjadi kemenangan.

14. Suporter
Dukungan supporter yang tanpa henti, baik menang ataupun kalah, adalah elemen penting dalam perjalanan MU. Yang paling menakjubkan adalah dukungan yang diberikan ketika Red Devils tertinggal 2-0 dar Tottenham. Bahkan ketika tertinggal, mereka masih memberikan tepuk tangan dukungan!

15. Comeback Kings

Musim ini United tertinggal sebanyak 6 kali dan 3 diantaranya berhasil diubah menjadi kemenangan! Ingat kemenangan dramatis MU akan Tottenham setalah ketinggal 2-0 di half time.

16. Unsung Heroes
Ronaldo dan Rooney mungkin sering disebut sebagai tokoh sentral Mu, tapi jangan lupakan peran John O’Shea, Darren Fletcher, dan Park Ji-Sung. O’Shea, khususnya,telah membuktikan perannya baik itu sebagai bek kanan, bek kiri, atapun pemain tengah.

17. Sang Senior

Ketika pertandingan memanas, peran pemain senior sangatlah krusial. Pengalaman mereka (Gary Neville, Paul Scholes, dan Ryan Giigs) membantu tim dalam menundukkan lawanlawannya.

18. Sang Pelatih
Mungkin kamu berpikir akan bosan bekerja di satu tempat yang sama selama 22 tahun, tapi tidak dengan Sir Alex. Pelatih tersebut bahkan ingin terus di MU selama kesehatannya masih memungkinkan. Strategi yang dibuatnya sudah sering kali mengejutkan lawan-lawannya. Kemampuannya merotasi pemain dan memasukkan darah-darah muda tanpa melupakan keseimbangan tim merupakan salah satu yang terbaik di liga.
Madding kali ini sebenarnya juga sudah lewat masanya. Tapi hal tersebut terjadi bukan karena salah tim mading, tapi lebih karena ketidaksesuaian jadwal yang disebabkan oleh banyaknya hari libur. Majalah Dinding kali ini mengambil tema Pendidikan, dalam rangka untuk memperingati hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei kemarin.

Pembuatan madding ini sendiri berlangsung lancar. Kelompok ini bahkan tidak meminta bantuanku sama-sekali. Mulai dari pencarian artikel, pengetikan, sampai ke lay out, mereka tidak minta pendapatku sama sekali. Bahkan penempelannya pun aku tidak tahu. Tiba-tiba saja sudah nempel di kelas.

Ada dua hal yang menarik dari madding pendidikan ini. Pertama, warna emas yang ada di madding tersebut. Eye-catching banget. Tidak pernah ada yang memakai warna emas untuk madding mereka, dan ketika warna itu digunakan...pilihan yang sangat tepat dan orisinil banget. Alasan yang kedua adalah penempelan madding yang tinggi sekali. Aku tak habis pikir bagaimana madding itu ditempel.

Seperti terlihat di gambar, madding pendidikan tertempel tinggi di atas madding lainnya.

But anyway, sangat bagus. Kalian sudah melaksanaksn tugas dengan baik. Well done.
>Saat aku melakukan ulangan untuk kelas XI Sosial 3 tadi pagi, aku lihat beberapa anak kelasku, XI Sosial 4, ada di luar kelas. Bukan menunggu giliran ulangan atau remedy, tapi tampaknya karena dihukum keluar kelas.

“wah pinter banget ya anak kelasku,” gitu pikirku.

Langsung saja aku, yang berada di kelas sebeleh, mengambil gambar mereka. Saat aku memfoto mereka tampaknya tahu, dan kemudian menyembunyikan muka mereka. Setelah ulangan di kelas XI Sosial 3 selesai, aku pun segera ke kelasku. Sebenarnya maksud utamaku adalah untuk menandatangi jurnal dan absensi, tapi tak lupa aku mengambil sekali agi gambar “tokoh-tokoh utama” yang tadi ada di luar kelas.

Dan ini gambar mereka,




Tampak dari kiri ke kanan, Pipin, Putri, Sumari, Devi, Yasin, Setiawan, Ricky, Suntari, Slamet Kamarudin.

Berbuat salah adalah salah satu bagian dari manusia. Tapi berbuat kesalahan ketika sebelumnya sudah diperingatkan merupakan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Kalaupun itu terjadi, maka kita harus siap menerima resikomya.

Life is not about right or wrong, but about, even, when we do wrong, we ready to accept all the consequences. Since, sometimes, we only know whether it is right or wrong when it is all over.

Hope you the best guys.
>Beberapa hari yang lalu aku sempet kebingungan coz data-data yang di flashdiskku hilang! Celaka benar. Waktu itu pas aku di skul aku mo nge-print soal ulangan. Saat printer tak colokin ke laptop aku baru sadar kalau software printernya kehapus! Karena waktunya sempit, tidak akan cukup untuk nginstall driver printer, aku kemudian mikir,

"ah...pake flashdisk aja."

Langsung aja file yang ada di notebook aku copy ke flashdiskku, setelah itu langsung aku paste ke komputer untuk di-print.

Kalian mungkin mikir kok ribet banget seh?! Ada alasannya kenapa kamu mau ribet-ribet kayak gitu. Dulu banget aku punya pengalaman buruk dengan komputer sekolah, dengan virusnya terutama.

Pertama, waktu itu di awal tahun ajaran ada kerjaan untuk buat perangkat KBM. Karena memang sudah menjadi tugasku ya aku siapin itu semua. Saat itu aku nyiapin tugasku di salah satu komputer sekolah. Intinya setelah hampir selesai, ketikan itu malah hilang karena virus. Dan itu ga terjadi cuma sekali, tapi tiga kali!

Kedua, laptopku harus di-install ulang gara-gra virus dari komputer sekolah. Ceritanya setelah peristiwa yang pertama itu aku kemudian beli laptop. Di laptoku aku install antivirus AVG yang aku update tiap hari (ga mau kena virus lagi ceritanya!). Karena rajin update aku jadi ga takut lagi kena virus. Satu waktu, aku tancepin flashdiskku ke konputer sekolah untuk nyalin data yang ada disitu. Sekitar jam 4-an, pas sudah ada di rumah, aku pindah data di flashdisk itu ke laptop. Tak lupa, aku scan dulu flashdisk itu. Dalam proses pemindaian itu flashdiskku dinyatakan bersih. Tapi malam harinya, ketika aku ingin ngetik, laptopku malah shut down-shut down sendiri. Singkatnya komputerku kena virus dari komputer sekolah! Ya sudah akhirnya aku harus install ulang notebookku itu.

sejak saat itu aku benar-benar kapok memakai komputer sekolah. Sebagai solusinya agar laptopku ga terkontaminasi virus lagi, aku tidak pernah nancepin flashdisk disana. Aku kemudian nge-install driver printer yang ada di skul, jadi kalo aku mo nge-print aku tinggal nyolokin ke laptopku. Aman dari virus dan praktis.

Hingga kemarin, aku ga sengaja ngehapus software printer, so hasilnya aku ga bisa ngeprint. Karena dikejar waktu, akhirnya aku nyolokin flashdisk lagi dan akhirnya kena virus lagi.

Pada awalnya tak pikir fileku kehapus, tapi ketika tak cek lagi, walau data yang tersisa pada flashdisk 4G-ku cuma sedikit tapi ketika aku lihat memori yang kepakai ada 3G. Padahal file yang ada ketika aku lihat besarnya hanya 1,5G. Kesimpulannya, fileku di-hidden ma virus.

Karena aku ga tau cara ngembaliinnya, aku kemudian googling nyari tau gimana caranya ngembaliin file dan akhirnya ketemu. Aku tau caranya dari situs http://ebsoft.web.id/2007/05/02/files-dan-folder-disembunyikan-virus/
Caeanya dengan:

1. Buka Command Prompt ( All Programs > Accessories > Command Prompt )
Setelah membuka window Command Prompt, biasanya akan tampil seperti berikut :

C:\Documents and Settings\nama_user

2. Kemudian ketik saja sebagai berikut

CD..

dan tekan enter. Ulangi lagi sampai tampil drive-nya saja, misalnya

C:\>

3. Selanjutnya, dicari dimana file/folder tersebut disembunyikan.
Jika di drive E:, maka ketik saja perintah berikut :

C:\>E: kemudian tekan enter, sehingga akan tampil E:\>

4. Setelah itu ketik perintah seperti diatas ATTRIB *.* -S -H -R /S /D
yang berarti semua file dan folder di drive E: yang disembunyikan akan ditampilkan.


Jika yang di-hidden hanya folder tertentu, misalnya di folder D:\Data\Skripsi. Maka langkahnya sebagai berikut :

1. Ubah lokasi Command prompt ke drive D, dengan mengetikkan perintah D:

2. Untuk menuju lokasi D:\Data\Skripsi, maka ketikkan perintah sebagai berikut :
CD Data\Skripsi

3. Kemudian baru ditulis perintah ATTRIB *.* -S -H -R /S /D


Dengan cara itu fileku yang disembunyiin langsung muncul kembali. Seneng rasanya!
Terkadang kita bertemu orang yang sangat ramah kepada kita. Seseorang yang baru kita kenal tapi seperti sudah lama mengenal kita. Seseorang yang menyapa kita seperti teman yang sudah lama tidak bertemu. Pernah kah kamu mengalami yang seperti itu?

Aku pernah mengalami yang semacam itu. Sebenarnya peristiwa tersebut sudah lama terjadi. Here's the story...seperti biasa setiap Jumat aku berhenti di Cabak, nama salah satu daerah sebelum masuk hutan, kalau dari arah Blora. Tidak seperti di hari-hari lannya, pit stop di hari Jumat ditujukan untuk sholat Jumat. Jarang banget aku Jumatan di rumah, kebanyakan ya di Cabak itu.

Tempatnya sendiri tak terlalu istimewa. tidak terlalu besar juga, tapi yang pasti musholla tersebut bersih. Airnya juga berlimpah. Karena letaknya di pinggir jalan raya yang menghubungkan Cepu dan Blora, banyak sekali para komuter seperti aku yang transit dan sholat di situ. Strategis memang.

Anyway, ada hal yang lucu tentang sholatku di Cabak itu. Entah sejak kapan, dan karena apa, ada satu anak yang selalu ngeliatain aku, dan juga senyum-senyum ke aku, tiap kali aku sholat disitu. Entah karena alasan apa tapi tiap kali ngeliat aku disitu, dia pasti bersikap aneh kayak gitu. Seolah-olah dia kenal ma aku, sedang aku sendiri merasa ga kenal dengan dia. Seingatku aku memang tak punya kenalan di daerah itu. Diliatin kayak gitu ngerasa jengah juga seh, tapi ya...cuek aja akhirnya.

Aku ingat, dulu banget, pas dia baru pertama kali liat, anak kecil itu suka nyuri-nyuri baca tanda pengenalku. Tanpa sepengetahuanku, anak itu coba membaca namaku.

"D-O-D-Y L-U-H-A-N-S-A," eja anak itu pelan.

Tak sengaja aku dengar dia membaca namaku, aku pun menoleh dan tersenyum padanya.

"Dody," katanya sekali lagi.

"Iya kenapa?" jawabku.

Dengan cara itulah dia mengenalku dan sejak saat itu, tiap kali aku sholat Jumat disitu dia selalu menyapaku.

Mungkin aku mengingatkannya pada seseorang. Mungkin karena wajahku pasaran, atau mungkin karena dia terpesona dengan kecakepanku... :p

"Anak yang aneh," kataku.

"Nama yang aneh," mungkin kata anak itu.

Ne foto anak itu yang aku ambil tadi...


>Tiap hari jalan Cepu-Ngawen aku tempuh. Capek ya pasti, tapi ini lebih aku suka ketimbang harus ngekos atau ngontrak di sekitar Ngawen. Kalau dipikir jalan 112 km tiap hari memang melelahkan, tapi itu adalah pilihan yang paling masuk akal untukku sekarang. Yang aku bisa saat ini adalah menjaga agar aku tidak terlalu kecapekan. Terutama karena setelah aku operasi hidung satu tahun yang lalu aku rasanya jadi gampang pilek.

Anyway, komuter CEpu-Ngawen tiap harinya membuat aku hafal dengan jalan antra dua daerah tersebut. Lebay-lebaynya, dengan mata tertutup pun aku bisa pulang pergi Cepu-Ngawen...he...
Aku hafal banget dengan jalannya. Lubang-lubang yang ada di jalan tersebut pun aku hafal di luar kepala )walau gitu aku kadang tetap aja terperosok ke lubang itu. Bodoh banget!).

Diantara jalan-jalan yang aku lewati, ada beberapa yang aku suka. Semua jalan yang aku suka tersebut terletak di daerah hutan. Tidak saja karena kesejukannya, tapi juga karena pemandangannya dan juga tingkungannya.



Gambar di atas adalah salah satu jalan favoriku. Jalan ini akan terasa asyik banget jika dari arah Blora. Seperti terlihat di foto, jalan tersebut menikung ke kiri. Tidak seperti di foto, tikungannya tajam banget. Dan yang membuat lebih asyik adalah jalan ini menurun. Ditambah lagi setelah belokan ke kiri itu akabn langsung diikuti dengan belokan tajam ke kanan. jadi chicane gitu. It is a blind turn also. Ajan lebih memacu adrenalin kalau tikungan ini digeber 60-80 km/jam. But of course kamu harus extra hati-hati kalau ngelewati tikungan ini. Meleng sedikit kalau ga nyungsep ya nabrak kendaraan dari lawan arah. Inget ini tikungan buta.



Foto kedua ini masih tentang tikungan yang sama. Jika foto pertama lebih ke jalannya. yang ke dua ini ke view di kejauhannya. Foto ini di ambil di hari yang berbeda dengan foto pertama. Di yang kedua, hari cerah banget. Ketika hari cerah kamu akan bisa melihat gunung di kejauhan, seperti dalam foto. Can you see it? Bisa lihat gunungnya kan? Keren ya? Bener-bener tikungan favorit!



Nah kalau yang ini aku suka karena pemandangannya. Di kejauhan kamu bisa liat tikungan menanjak ke kiri. Dimulai dengan turunan, jalan ini akan diikuti dengan belokan yang tidak terlalu tajam ke kiri. Ketika menuruni jalan tersebut aku biosa melihat belokan menanjak yang ada di depan. Jika ada kendaraan dari lawan arah, aku juga bisa melihat kendaraan tersebut turun dari atas. it's a great view to me.

Itulah beberapa bagian jalan yang aku suka. Secara keseluruhan bagian yang aku sukai dari komuterku adalah saat aku memasuki daerah hutan. Aku sangat menyukainya karena jalannya tidak membosankan, banyak tikungan, tanjakan, dan turunan, serta kombinasinya. Asyik banget. Coba aja lewat jalan itu, you will like it.
>Hari ini tadi aku seneng banget. Pertama, coz tau NBA Madness (juga DBL) udah deket. Kedua, karena hari ini tadi mendung (maksudku pas aku mo berangkat kerja).

Berangkat dari cepu menuju ke Ngawen rasanya enak banget. Udaranya kerasa dingin, nyaman banget. Ketika tadi mengendarai motor, angin terasa dingin menyapu tubuhku. Di perjalanan ke arah barat aku melihat mendung bergelung di langit barat.

"Duh...kok barat mendung ya?" kataku dalam hati.

"Ah...paling cuma mendung aja. Ga akan ujan kok," jawabku sendiri.

Jujur pagi tadi aku agak khawatir hujan akan datang. Tapi waktu itu aku merasa tidak akan hujan karena musimnya udah lewat. Unfortunately, tebakanku salah.

Memasuki daerah Jepon..satu dua titik air mulai turun Belum ujan seh, gerimis pun belum, tapi tanda-tanda air akan tumpah dari langit mulai datang.

"Wah...ujan neh," keluhku.

Tapi sikap mental positifku lagi-lagi berkata, "nggak nggak...paling cuma gitu thok. Ntar juga reda. Ga apa-apa, tenang aja."

Aku pun tetap meneruskan perjalanan seraya berharap hujan ga akan turun. Lagi-lagi harapanku tidak kesampaian. Semakin ke barat aku berjalan, titik-titik air yang turun semakin rapat saja. Masih belum bisa dibilang ujan seh. masih agak gerimis (belum gerimis) jadi aku memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dan tidak memakai jas ujan.

Yet, keadaan ga membaik. Hujan memang tidak cukup deras, tapi tidak semakin reda juga. Semakin aku mendekati Ngawen ternyata hujan semakin deras.

Aku mulai berpikir untuk memakai jas hujan, tapi...

"Ah..nggak ah...deket lagi. nanggung," sahutku.

Dan ternyata keputusanku untuk tetap tidak memakai jas ujan adalah keputusan yang buruk. Dua kali aku terkena cipratan air dari kendaraan yang menabrak genangan air!
Basah kuyup aku jadinya. Celakanya sesampainya di daerah Ngawen, hujan turun dengan deras. Karena kesal dan sudah sangat dekat dengan sekolah aku memilih untuk tidak mengenakan jas hujan! Semakin basah aku.

Sesampainya di sekolah, pintu gerbang sudah di tutup, dan sesuai dengan aturan aku harus menunggu sampai jam ke-2 ketika pintu dibuka. Disana sudah ada beberapa siswa-siswi dan guru yang juga terlambat. Ya sudah aku kenakan hood jaketku dan aku menunggu di bawah hujan.

Bukan meunggu di luar yang tak mengenakkan bagiku tadi, tapi harus basah gara-gara careless and ignorant driver yang buatku kesal.

Tapi apaupun itu, tidak ada yang terjadi tanpa satu alasan. So I took it for granted. Aku terima saja apapun yang terjadi.

Di saat menunggu di luar itu, mas Dodo datang dah bilang,

"Ayo Pak masuk ga apa-apa disuruh pak Misgi. Udah pak ayo masuk."

Aku pun menjawab,

"Udah Mas, ga apa-apa. Aku di luar aja. Belum bel mas. AKu nunggu bel."

Aku memutuskan untuk tetap di luar walaupun aku sudah diminta dan diperbolehkan untuk masuk. Bukan karena kesal atau sok-sokan aku bersikap demikian. Aku bersikap kayak gitu karena bagi aku, menunggu di luar adalah keharusan sebagai konsekuensi atas keterlambatanku. Memang hari sedang hujan, tapi itu bukan alasan untuk membengkoklan aturan. Merupakan kebaikan dari Pak Misgi bahwa beliau mengijinkan aku masuk. Tapi, bagi aku, aturan tetap aturan dan aku harus tetap menunggu di luar. Walau hujan sekalipun! Walau aku basah kuyup sekalipun!

But, anyway, for Mr. Misgiyanto,

"thank for the offer Sir."
>Ini sebenarnya update yang telat, but better late than never right? he.... Kali ini tentang bangunan baru lagi yang terletak di sebelah timur XI Alam 2. Bangunan ini akan difungsikan untuk panggung (jika pentas seni), selain juga bisa digunakan sebagai kelas terbuka.



Oleh Bapak Misgiyanto prasarana ini dinamakan Pondok Cemara. Alasan mengapa dinamakan seperti itu adalah karena bangunan itu terbuat dari pohon cemara. Kata Cemara itu sendiri mempunyai arti CErdas MAndiri dan RAmah, dengan harapan agar nantinya anak-anak SMA ! Ngawen akan menjadi siswa-siswi yang cerdas, mandiri, dan ramah.



O iya sebagai tambahan, di belakang Pondok Cemara, seperti terlihat di foto, juga merupakan bangunan baru. Gedung tersebut sekarang digunakan oleh anak-anak XI Sosial 1, 2, dan 3.

I guess that's all for now. Wait for the next update.
>Hari ini tadi aku berangkat agak telat. Sebenarnya kalau aku ngebut aku ga akan telat seh, tapi pagi tadi aku ga mood untuk ngebut. Males gitu kalau dipaksain malah bahaya. So, sebelum berangkat aku mampir dulu di agen koran. Seperti biasa, sekiranya aku akan terlambat aku pastikan aku harus membawa bacaan, entah dalam bentuk apa. Hal tersebut dikarenakan pintu gerbang sekolah akan ditutup pada pukul 07.10 dan baru akan di buka pada jam 07.45. Aturan tersebut tidak hanya berlaku untuk siswa saja, akan tetapi juga bagi guru-guru. Jadi jika seorang guru terlambat maka dia harus menunggu di luar sampai gerbang dibuka kembali. Itulah yang terjadi padaku pagi tadi.

Anyway, tentang NBA Madness, pagi tadi sesaat setelah membeli koran, aku kaget banget waktu membaca headline Jawa Pos. Disitu tertulis "Raja Double-Double NBA ke Surabaya.'

"wow," pikirku.

Di halaman depan itu juga terpampang foto David Lee dalam ukuran yang besar. Pada halaman yang sama juga terdapat gambar maskot Memphis Grizzlies dan Miami Heat dancers.

"Hmm...kapan neh?" tanyaku dalam hati.

Karena aku harus berangkat kerja maka aku simpan dulu rasa penasaranku. Ketika di skul aku langsung membaca abis berita tentang NBA MAdness itu. Dalam koran terbitan Surabaya itu di katakan,

"David Lee, pemain favorit penggemar New York Knicks dan raja double-double NBA musim 2008-2009 lalu, bakal menjadi bintang utama di NBA Madness. Dia akan hadir di weekend penutup alias Grand Finals, di Supermal Pakuwon Indah, pada 25-28 Juni nanti."

Pada artikel yang sama juga dinyatakan bahwa rangkaian event NBA Madness akan dimulai pada 4-7 Juni ini di Plaza Tunjungan 3 Surabaya, yang kemudian akan dilanjutkan pada 11-14 Juni di Mal Galaxy. Satu minggu kemudian, tepatnya pada 18-21 Juni. giliran Royal Plaza yang akan dikunjungi.

For your information, Jawa Pos, Selasa 12 Mei 2009, memaparkan bahwa,

"Masuk NBA pada 2005 lalu, Lee terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) dalam 2007 NBA All-Star Rookie Challenge. Prestasinya terus merangkak naik. Dan pada musim yang baru berakhir, pemain 25 tahun itu menempati peringkat pertama dalam kategori double-double. Sebanyak 65 kali dia mencatat lebih dari sepuluh poin dan sepuluh rebound dalam satu pertandingan."



Lebih lanjut lagi dinyatakan bahwa,

"Dalam hal rebound, Lee berada di peringkat ketiga dengan 11,7 rebound per game, di belakang Dwight Howard (Orlando Magic, 13,8 rebound) dan Troy Murphy (Indiana Pacers, 11,8)."

Untuk informasi lebih lengkap tentang NBA Madness di Surabaya kamu bisa kunjungi deteksibasketball.com

Untuk informasi tentang David Lee kamu bisa klik situs NBA.com
atau ke wikipedia.com

Uhh...ga sabar pengen liat neh!
>Bagi Ngawenese, pembangunan Lab komputer yang baru tentu sudah lama diketahui. Tapi bagi Ex-students of SMA 1 Ngawen, mungkin itu adalah hal yang belum diketahui.

So, here I am just about to inform you.

pembangunan lab baru ini sudah berlangsung cukup lama. sekarang pun bentuk fisik bangunannya sudah bisa dilihat. letak bangunannya itu sendiri berada di sebelah Lab IPA. di sebelah barat Lab IPA tepatnya. Rencananya Lab ini akan diperlengkapi dengan AC. Bukan untuk gaya-gayaan tentunya.

Ada beberapa alasan mengapa Lab yang baru dilengakapinya dengan pendingin ruangan. Alasan yang pertama dan yang utama tentunya untuk kenyamanan siswa dan proses Kegiatan Belajar Mengajar. Jika tanpa AC, suhu ruangan yang dijejali dengan puluhan siswa tentunya akan panas, terutama karena panas yang dihantarkan oleh komputer.

Alasan yang kedua adalah untuk keawetan komputer. Jika di raung terbuka seperti Lab sebelumnya, peralatan elektronik seperti komputer akan lebih cepat rusak coz banyak debu yang masuk. ditambah lagi dengan suhu ruang yang panas, yang juga berakibat buruk pada komputer.

Sebab terakhir adalah karena Lab yang lama memang sudah tidak representatif lagi. Ruang yang ada sudah tidak nyaman lagi untuk siswa dan guru yang ingin mempergunakan lab.

Rencananya Lab tersebut akan diperlengakapi dengan hotspot. Dengan teknologi tersebut guru atau siswa tidak perlu ke Lab jika ingin mempergunakan internet.

Semoga nantinya dengan Lab baru itu, siswa dan guru-guru SMA 1 Ngawen akan semakin melek teknologi dan selalu terupdate dengan informasi-informasi yang baru.
>Sore tadi aku membaca artikel di Yahoo! Tentang pekerjaan terbaik dan terburuk di Amerika. Menarik juga seh artikelnya..walau tidak mengejutkan. Disebutkan di artikel tersebut bahwa 5 besar pekerjaan terbaik di Amerika berasal dari bidang kedokteran.

Mungkin bisa dimengerti juga seh, coz biaya belajar di jurusan kedokteran juga mahal (kecuali jika kamu pintar. Apabila kamu bisa masuk jurusan kedokteran lewat SNM-PTN maka biayanya akan jauh lebih murah.ditambah lagi jika kamu mendapatkan beasiswa!). Di universitas di Indonesia saja banyak orang tua yang berani membayar 100 juta untuk bisa menyekolahkan anaknya di jurusan tersebt. Belum lagi nanti biaya sekolahnya. Walau memang. Tentu itu untuk untuk orang kaya. Misalnya kamu ga sekaya itu ya berarti kamu harus pintar!

Anyway,pekerjaan terbaik atau terbaik terburuk di artikel tersebut adalah jika dilihat dari sisi penghasilan. Baik itu gaji per bulannya ataupun uang yang di dapatkan dalam satu tahunnya. Tentu jika ditinjau dari sudut pandang berbeda, pekerjaan tersebut mungkin bukan pekerjaan terhebat lagi.

Seperti yang tertulis di Yahoo! pekerjaan-pekerjaan terbaik itu adalah:

1. Ahli bedah (bukan bedah rumah!)
2. Ahli anestesi (bius), bukan obat bius lho!
3. Orthodentist, alias Dokter gigi yang kerjaanya ngerapiin gigi yang berantakan,
4. Dokternya paa cewek, alias dokter kandungan,
5. Ahli bedah wajah, rahang, dan mulut.


Sedang 5 pekerjaan terburuk atau bergaji paling rendah di Amerika adalah:

1. Tukang bantu-bantu nyiapin makanan
2. Koki di fast food restaurant,
3. Pencuci piring, yang dalam bahasa Jawa disebut "Dishwasher" :D
4. Pelayan rumah makan/kafeteria,pembantu bartender,
5. Shampooers, alias tukang ngeramasi (seperti gambar di samping)

Gaji terburuk no 1 adalah $ 17.400 setahun. Atau jika di-rupiah-kan (memakai kurs $ 1= Rp. 11.000) sama dengan Rp. 191.400.000,00! Banyak bukan?! Jika dibagi 12 bulan maka per bulannya sama dengan Rp. 15.950.000,00.

Angka seperti itu untuk ukuran Indonesia memang banyak sekali, tapi jika dilihat untuk Amerika itu sangat sedikit karena biaya hidup di sana sangat mahal. For your information, 5 pekerjaan terburuk itu biasanya dilakukan sebagai part-time job saja. Jadi misalkan seseorang menjadi pencuci piring, maka selain melakukan pekerjaan itu dia akan menjalani pekerjaan lainnya. Sebab memang jika mengendalkan dari mencuci piring saja tidak akan cukup untuk biaya hidupnya. Apalagi jika berkeluarga. Wah tidak akan cukup sama sekali,
Sekarang coba bayangkan rentang penghasilan antara orang Indonesia dengan Amerika. Jauh banget kan!

Sekarang coba pikirkan mengapa tukang bantu-bantu, koki fast food, pencuci piring, pelayan, dan shampooers digaji rendah?

Do you know why?

Jawabannya adalah karena pekerjaan itu tidak memerlukan skill khusus. Kita tidak perlu sekolah sampai 3 tahun, selayaknya SMA, untuk jadi pencuci piring. Tidak ada Universitas Jurusan Pencucian Piring! Iya kan? Nyuci piring bahkan tidak perlu diajarkan sampai 1 jam pelajaran. Ga akan pernah ada teori mencuci piring. Yang seperti itu bisa dipelajari dengan singkat. jika kalian perhatikan, pekerjaan-pekerjaan yang bergaji rendah rata-rata tidak memerlukan skill yang rumit. Bukan berarti mudah memang, tapi aku pikir semua orang kan bisa jika sedikit diajari.

Lain lagi dengan Ahli bedah. Walau kita sedikit diajari pun tidak akan bisa. Otomatis yang kayak gitu perlu belajar. Bukan satu tahun dua tahun tapi bahkan lebih dari empat tahun! Sulit banget menjadi ahli bedah. Pekerjaan tersebut menyangkut nyawa manusia. Jadi memang tidak boleh dan tidak bisa sembarangan.

Kamu tahu gajinya Ahli bedah di Amerika dalam satu tahunnya?

$ 206.770 atau Rp. 2.270.447. 000, 00!

Berapa duit tu? Jangan-jangan saking banyaknya angka kamu ga bisa membacanya?!
Gini jika dihitung per bulannya Ahli bedah akan dibayar Rp. 189.203.916,66!

WOW!

Apa yang terjadi di Amerika tersebut juga terjadi di Indonesia. Mungkin level gajinya berbeda, tapi berapa besar kamu akan dibayar juga akan sama. Gaji pembantu ya segitu-gitu deh. Gaji dokter ya otomatis akan lebih besar dari tukang setrika pakaian.
The point is.semakin susah pekerjaannya semakin tinggi pula bayarannya. Semakin sulit pekerjaannya, semakin sulit pula sekolahnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah,

“pengen pekerjaan seperti apa kamu nantinya?”

Jika pertanyaan tersebiut sudah dijawab, pertanyaan selanjutnya adalah,

“bagaimana caranya agar kamu bisa mendapatkan pekerjaan itu?”

“Sudah berusaha kah kamu?”
Note: Tulisan ini dibuat 10 tahun yang lalu. Foto tentang madding yang dibuat juga sudah hilang, entah mengapa. Jadi, jika kalian ingin melihat contoh-contoh mading yang dibuat maka disini tidak ada. Tapi jika ingin baca-baca, maka tentu saja silakan saja. 

Dua hari terakhir, tanggal 29 dan 30 April, beberapa anak kelas XI Sosial 4 setelah bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi masih tetap berada di sekolah. Mereka adalah anak-anak yang mendapatkan giliran untuk menyelesaikan madding. Kelompok yang pertama terdiri dari Nai, Hefi, Puti, Endang, dan Suyati. Sedangkan kelompok yang kedua adalah Aditya, Slamet Kamarudin, Amin Imam,Aridhotul, dan Suntari.

Kelompok pertama sebenarnya sudah harus menyelesaikan madding jauh-jauh hari sebelunbya. Jadi, sebenarnya deadline naik dinding mereka sudah lewat. Mereka bahkan sudah 2x melewati deadline, yang membuat mereka terkena penalty sebesar 5 ribu rupiah untuk masing-masing anak sebanyak 2x pula. Tema madding mereka adalah air, untuk memperingati hari Air Se-dunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret. Masa naik dinding madding mereka juga di sekitar tanggal hari itu juga.

Proses pembuatan madding Air di mulai dari bulan Maret. Pencarian referensi juga sudah dilakukan. Akan tetapi hingga deadline tiba madding tersebut tak terselesaikan. Setelah itu prosesnya pun bisa dikatakan terhenti. Ditambah lagi adanya masa libur untuk try out-try out yang membuat kelompok madding tersebut jadi nyante. ancaman adanya denda pun tetap tidak membuat mereka menyelesaikan maddingnya.

Baru pada tanggal 29 April tim tersebut memulai pembuatan madding. semua anggota tim juga hadir di Rabu siang itu. Nai, Putri, Hefi, Yati, dan Endang bekerja sama dalam menyelesaikan urusan mereka yang tertunda.

Seperti yang terlihat di foto di atas, selain anggota tim, juga terdapat Sumari dan Erna yang membantu pembuatan madding. Terutama Sumari (yang berkaus putih) yang membantu dalam menghias madding.

Pada hari Rabu,29 April, tim tersebut membuat madding hingga pukul 15.30.

Karena hari sudah sore, kelompok tersebut akhirnya melanjutkan pembuatan tugas kelas tersebut di keesokan harinya.

Di hari Kamis, 30 April, grup yang terdiri dari lma orang cewek ini mampu menyelesaikan madding dengan cepat. Sekitar jam 2an mereka sudah dapat mengakhiri tugas mereka. Madding pun selesai.Selamat gals.

Kelompok yang kedua, lebih hebat lagi. Mereka bisa menyelesaikan pembuatan madding mereka hanya dalam satu hari. Tema madingnya adalah Bumi, karena untuk memperingati hari Bumi di tanggal 22 April.

Seperti halnya kelompok madding sebelumnya, kelompok madding ini juga dibantu oleh siswa lainnya. Anak-anak yang membantu pembuatan madding adalah Restu Singgih dan M. Imron. Ironisnya, salah satu anggota tim mading, Suntari, malah tidak hadir dengan alasan yang kurang jelas.

Tim ini berhasil menempelkan madingnya pada sekitar pukul 15.00 sore. Pekerjaan pembuatan madding itu sendiri dimulai di jam kosong pada kemarin pagi. Sedang, pencarian sumber-sumber untuk artikel madding sudah dilakukan jauh hari sebelumnya. Bisa dikatakan kelompok ini cukup cepat dalam melaksanakan tugasnya dan bertanggung jawab. Selamat boys.

Sebelum dua kelompok madding tersebut, ada satu kelompok lagi yang sudah menempelkan maddingnya. Tema madding mereka adalah Autisme, untuk memperingati hari Autisme Sedunia yang jatuh pada tanggal 2 April. Anggota kelompok tersebut adalah Aminuddin Aziz, Pipin, dll. Dari semua madding yang pernah ada, karya mereka adalah yang paling hebat. Niat banget maddingnya. Pembuatan madding tersebut juga sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Jauh sebelum deadline mereka sudah mencari artikelnya, dan juga menulisnya. ketika deadline sudah dekat, Aziz, salah satu anggota tim, menyerahkan CD yang berisi artikel padaku untuk di-edit. And you know what? Artikelnya dah sempurna. Layoutnya sudah sangat bagus. Aku tinggal mengedit margin dan ukuran kertasnya saja! Di bawah ini adalah madding karya mereka.

Setelah ini, tema maddingnya adalah Pendidikan. Tema tersebut untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional di tanggal 2 Mei. Deadline maddingnya adalah di Senin !! Mei 2009. Tunggu laporannya.