>Menurut pengujian Intel dan Microsoft, Windows 7 telah tebukti lebih hemat energi daripada XP maupun Vista.

Softpedia, Kamis (3/9/2009) menyatakan bahwa Microsoft serta Intel mendemonstrasikan bagaimana konsumsi daya yang dibutuhkan Windows 7 memang lebih sedikit daripada OS Windows versi sebelumnya. Ini berarti para pengguna notebook akan bisa merasakan daya tahan baterai yang lebih lama, jika menggunakan Windows 7 dibanding XP atau Vista.

Dari test yang dilakukan Microsoft saat 'mengadu' Windows 7 vs Vista, hasilnya Windows 7 memiliki daya tahan baterai lebih lama antara 10%-20% dibanding Vista. Hal tersebut diukur dengan memutar standar format DVD pada kedua OS, dengan hardware yang sama oleh Microsoft.

Faktanya memang Windows 7 unggul di semua lini jika dibanding Vista, tak terkecuali dalam masalah konsumsi daya. Menurut penjelasan PCMag, Windows 7 pun hanya mengkonsumsi 16,53 watt untuk memutar DVD, sementara Vista SP2 adalah 18,35 watt. Windows 7 lebih unggul sekitar 11%.



Lalu bagaimana dengan XP? Lebih lanjut, Microsoft dan Intel juga 'mengadu' antara Windows 7 vs XP. 2 perusahaan terebut sepakat menggunakan notebook Lenovo ThinkPads T400s sebagai alat ujinya. Sementara OS yang diujikan adalah Windows XP SP2 melawan Windows 7 RTM.

Hasilnya Windows XP SP2 membutuhkan energi sebesar 20,2 watt. Sementara Windows 7 RTM hanyalah 15,4 watt. Ini berarti ada jeda waktu lama baterai hidup sekitar 1 jam.

Mungkin diantara kamu ada yang bertanya apa Windows 7 itu. FYI, windows 7 adalah sistem operasi (OS) seperti halnya Windows XP yang sering kalian gunakan. XP sendiri sebenarnya sudah digantikan oleh Windows Vista. Lalu mengapa XP masih sering digunakan? Penjelasannya mudah kok, karena versi bajakan dari Windows Vista sangat sulit didaptkan, tidak seperti XP dulu. Untuk kalian ketahui bahwa Windows XP digunakan di hampir semua PC dan notebook tapi Vista tidak. Orang kita masih sulit diminta menggunakan barang original. mereka cenderung masih suka enaknya sendiri mencari barang yang lebih murah walaupun itu ilegal. Yang menjadi pertanyaan sekarang, setelah Windows 7 nanti keluar, apakah kita masih akan menggunakan XP? kalau iya, betapa ketinggalannya kita nanti. Di saaat bangsa lain sudah menggunakan Windows 7 kita malah santai saja tertinggal dua langkah di belakang. Bagaimana menurutmu?
Ada salah satu lagu yang sangat aku suka. Lagu ini dinyanyikan oleh Bryan Adams. Liriknya mengisahkan tentang cinta. Yang membuat lagu ini sangat indah adalah, selain karena musiknya yang memang lembut dan enak didengar, liriknya tepat banget dalam menggambarkan cinta. Berikut ini lirik dan videonya:




When you love someone - you'll do anything
you'll do all the crazy things that you can't explain
you'll shoot the moon - put out the sun
when you love someone

you'll deny the truth - believe a lie
there'll be times that you'll believe you can really fly
but your lonely nights - have just begun
when you love someone

when you love someone - you'll feel it deep inside
and nothin else can ever change your mind
when you want someone - when you need someone
when you need someone...

when you love someone - you'll sacrifice
you'd give it everything you got and you won't think twice
you'd risk it all - no matter what my come
when you love someone
you'll shoot the moon - put out the sun
when you love someone

Coba artikan dan resapi apa makna dari lagu tersebut.
>[youtube http://www.youtube.com/watch?v=rBY83L3nxBQ&hl=en&fs=1&]
>Sebuah studi di Swedia baru-baru ini menyebutkan risiko penyakit terbaru yang diakibatkan oleh rokok, yaitu Multiple Sklerosis (MS) atau penyakit gangguan saraf. Namun untuk kasus ini, nikotin bukanlah penyebabnya.

Berbeda dengan penyakit-penyakit lain seperti jantung, kanker, kencing manis yang disebabkan zat aditif dalam rokok (nikotin), kali ini penyebabnya adalah sianida yang ada di rokok. Asal tahu saja selain nikotin, dalam rokok terdapat 44.000 zat kimia lainnya termasuk sianida.

Disebutkan bahwa perokok pria memiliki risiko penyakit MS 1,8 kali lebih besar ketimbang mereka yang tidak merokok. Namun mereka yang menggunakan cerutu cenderung lebih sedikit terkena penyakit ini.

Berbeda dengan cerutu versi Amerika, cerutu versi Swedia justru dirancang sedemikian khusus sehingga nikotin lebih banyak terserap oleh mulut. Namun setelah diteliti, bukan nikotinlah yang memicu penyakit MS.

"Meskipun merokok dengan cerutu bukan hal yang baik juga untuk kesehatan, tapi itu lebih baik daripada merokok tanpa pipa," ujar Dr. Anna K. Hedstrom dari Karolinska Institutet, seperti dilansir Reuters, Selasa (1/9/2009).



Sebanyak 902 orang didiagnosis terkena MS dan 57 persen dari pasien MS tersebut mengaku pernah merokok setidaknya setahun sebelumnya. Tapi untuk mereka yang merokok menggunakan cerutu, risikonya lebih rendah 20 persen

Diantara sekian puluh ribu zat berbahaya dalam rokok, sianida dicurigai sebagai penyebab penyakit MS, bukan nikotin. Meskipun belum jelas mengapa rokok menyebabkan MS, tapi yang jelas zat berbahaya sianida menyebabkan kerusakan jaringan syaraf dan rentan infeksi yang diduga memicu penyakit MS.

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat. Saat ini, lebih dari 2.500.000 orang di dunia menderita MS.

MS diakibatkan oleh kerusakan myelin yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, penyampaian pesan antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya akan terganggu sehingga bisa mangacaukan komunikasi.
>
Ingat ketika rolol diharamkan oleh MUI? Pro dan Kontra langsung bermunculan. Dan memang produk itu menjadi dilema bagi masyarakat maupun pemerintah. Industri rokok adalah penyumbang terbesar devisa negara. Namun coba pikirkan apa gunanya pendapatan negara naik tapi tanggungan pemerintah untuk penderita penyakit karena rokok meningkat?

Salah satu penyebab tingginya konsumsi rokok adalah karena terjangkaunya harga rokok. Harga satu bungkus rokok merek lokal termurah di Singapura adalah Rp 66.600, di Malaysia Rp 13.800, di Thailand Rp 7.900, sedangkan di Indonesia harganya cuma Rp 5.000. Bahkan masih banyak yang lebih murah lagi, terutama jika tidak bercukai.

"Rendahnya harga rokok menyebabkan rokok bisa dibeli oleh kalangan miskin sekalipun. Harga rokok yang rendah itu disebabkan karena adanya subsidi dari industri rokok itu sendiri. Kalau mau dicek, harga di bandrol lebih mahal dibanding harga jualnya," tambah kata Dr. Sonny Harry B. Harmadi dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dalam acara seminar Sistem Cukai Tembakau yang Efektif dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Hotel Borobudur, Jakarta 28 Agustus 2009.

Oleh karena itu, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok di Indonesia adalah dengan menerapkan cukai yang tinggi untuk rokok secara drastis bukan bertahap.

"Yang selama ini dilakukan pemerintah adalah menaikkan cukai perlahan-lahan, dan situasi tersebut dimanfaatkan oleh industri rokok untuk mengadaptasi kebijakan pemerintah dengan melakukan perubahan strategi penjualan atau teknologi," jelasnya.

Walaupun Harga roko semakin ditingkatkan, seseorang yang sudah kecanduan akan berusaha dengan segala cara untuk membelinya. Adanya adiksi itulah yang sebenarnya sangat menguntungkan perusahaan rokok, karena berapapun harga rokok mereka, produsen rokok mempunyai konsumen yang "setia" karena ketergantungan mereka.

Cukai hanya efektif untuk mencegah para perokok pemula tapi tidak untuk yang terlanjur merokok. Dengan harga roko yang tinggi, diharapkan kebijakan itu dapat menjauhkan produk berbahaya itu dari anak-anak muda. karena sekali mereka kecanduan akan sulit untuk melepaskan diri dari rokok.

"Di dalam asap rokok terkandung 44.000 zat kimia, aditif dan toksin dan jumlahnya diperkirakan terus meningkat tiap tahunnya," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Departemen Kesehatan RI, Dr. Yusharmen Dcomm, MSc.

Meskipun sudah ada ancaman dan sanksi untuk para perokok, tapi hingga kini jumlahnya tidak berkurang bahkan meningkat. "Keinginan berhenti merokok sebaiknya berasal dari ruhnya daripada karena ancaman," ujar Yusharmen.

Satu cara untuk menghentikan para perokok jika meniru negara Thailand adalah dengan teknik demoralisasi. "Dengan diberlakukan demoralisasi yaitu memunculkan perasaan malu kalau punya rokok di saku karena ada gambar yang menjijikan, orang akan berpikir dua kali untuk beli rokok karena rokok dianggap barang yang memalukan," ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, Depkes RI juga akan mengeluarkan alat scanner untuk para perokok sehingga dapat menentukan sanksi untuk pelanggaran karena merokok.

"Kita akan bekerja sama dengan kepolisian untuk mengetahui kadar nikotin dalam darah, jadi bisa ditentukan sanksinya tergantung seberapa besar kandungan nikotinnya dalam darah," ujar Yusharmen.

Oo..iya..ini menurut Ulama Malaysia


Bagaimana menurutmu?