Apa yang terjadi pada mobil atau motor jika kita tak pernah membersihkannya? Tentu saja, berdebudan penuh kotoran.

Akibat langsung dari debu ini adalah berkurangnya keindahan kendaraan kita.Tapi bagaimana kalo debu bisa digunakan untuk menghias benda yang kita naiki itu? Gimana bisa? Lihat aja yang di bawah ini.






Itulah yang dilakukan Scott Wade. Dia tinggal di Central Texas selama 20 tahun. Karena selalu melewati jalanan tanah yang berdebu, dia sering membuat “doodle” di debu yang menempel di kaca belakang mobilnya. Awalnya semua dilakukan dengan jari tangan. Satu waktu dia menggunakan ujung popsickle yang sudah dikunyah sebagai kuas. Menyukai efek yang dihasilkan, Scott lalu mencoba menggunakan kuas dan akhirnyya mengembangkan teknik yang digunakannya sekarang ini.

Keahliannya itu membawa dia ke London, Istanbul, Lisbon, Mexico City dan Vancouver & Toronto. Tentu saja juga keliling Amerika Serikat, negara kelahirannya. Bakat yang dimiliki berasal dari ayahnya yang merupakan kartunis amatir.

Dia juga mengajarkan keahliannya itu ke siswa-siswa sekolah. Salah satu yang beruntung adalah siswa sekolah di Abingdon-Avon School District. Pada 2014 mereka mendapatkan demonstrasi, teknik menggambar dengan menggunakan debu dan juga Tanya jawab tentunya.




Keren ya?

Kreatifitas ga butuh tempat. Keterbatasan ga bisa menghalangi kreatifitas. Ga harus memakai kanvas, media apapun bias. Yang dibutuhkan kreatifitas cuma otak, dan Tuhan sudah membekali kita semua dengan organ itu.

Wanna try?

Ini cara Scott Wade membuat lukisan debu.


Semoga menginspirasi.

Yuni (nama samaran), seorang ibu dari empat anak mengalami sakit parah. Penyakit yang diderita itu sudah dalam stadium lanjut, hingga membuatnya harus berbulan-bulan tinggal di rumah sakit. Meskipun demikian, sang suami akhirnya memutuskan membawa Yuni pulang ke rumah, meski belum sembuh, dengan pertimbangan biaya. Pasangan dari ibu itu berkata bahwa jika di rumah sakit terus menerus, maka uang yang dikeluarkan akan sangat banyak hingga akan mengganggu ekonomi keluarga. Tak lama setelah dibawa pulang, Yuni meninggal.

Kasus di atas ialah kisah nyata yang diketahui oleh penulis sendiri. Hal itu bukanlah peristiwa yang langka, malah kejadian seperti itu sering terjadi di sekitar kita. Tanpa adanya bantuan medis, hampir mustahil Ibu tersebut dapat memperoleh kebugarannya kembali. Dari sudut pandang tertentu, contoh di atas bisa disebut sebagai euthanasia juga.

Definisi Euthanasia
Euthanasia berasal dari bahasa Yunani, yaitu “eu” yang berarti “indah”, “bagus”, atau “terhormat”, dan “thanatos” yang mempunyai makna “mati” (N. Billy, 2008). Jadi secara etimologis, euthanasia dapat diterjemahkan sebagai mati dengan baik atau terhormat.

Dr. Gregor Wolbring menjelaskan bahwa salah satu macam euthanasia adalah euthanasia tidak sukarela, yaitu ketika seseorang diakhiri hidupnya tanpa persetujuannya (http://www.independentliving.org/docs5/Wolbringeuthanasia.html). Dalam kasus Yuni diatas, dia juga tidak dimintai pendapat. Walau, perempuan yang melahirkan empat anak tersebut mampu untuk memberikan pendapat, toh hal tersebut tak dilakukan. Jika bisa memilih maka, ibu tersebut tentu juga ingin tetap dirawat dan diberi kesempatan untuk memperjuangkan kesehatannya.

Misalnya Ibu Yuni dalam keadaan koma, keputusan untuk menghentikan bantuan makanan dan minuman padanya bisa disebut sebagai Euthanasia non sukarela. Arli Aditya Parikesit (2007) dalam Euthanasia dan Kematian Bermartabat: Suatu Tinjauan Bioetika menegaskan bahwa suatu keadaan dimana seorang individu diakhiri nafasnya tanpa persetujuan karena ketidakmampuannya dalam memberikan jawaban karena faktor umur, ketidakmampuan fisik, dan mental maka hal ini disebut euthanasia non sukarela.

Selain dua jenis Euthanasia itu ada pula Euthanasia sukarela. Hal ini terjadi jika seseorang dengan sadar menginginkan kematiannya. Motivasi sadar untuk menghentikan detak jantung ini ada pula yang dikenal sebagai Bantuan bunuh diri, jenis terakhir dari Euthanasia. Perbedaan antara keduannya adalah bahwa euthanasia dilakukan oleh orang ketiga, sedang bantuan bunuh diri dilakukan oleh si pasien sendiri. Misalnya dengan cara menelan atau mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter dengan tujuan untuk meniadakan hidupnya hingga overdosis (Marker dan Hamlon, http://www.internationaltaskforce.org/faq.htm).

Selama ini ada ungkapan terlalu banyak belajar bisa bikin otak panas. Tapi kenyataannya makin banyak belajar justru bisa membuat otak manusia tetap sehat bukan keriting. Otak yang terus berpikir mencegah efek penuaan pada memori dan pikiran.



Peneliti neurobiologis dari UC Irvine menunjukkan bukti visual pertama yang menunjukkan bahwa kegiatan belajar bisa membantu menjaga kesehatan otak bukannya membuat otak keriting. Penelitian ini menggunakan teknik visualisasi model belajar dalam menyusun memori.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Lulu Chen dan Christine Gall menemukan bahwa bentuk-bentuk pembelajaran sehari-hari dapat membantu neuron reseptor menjaga sel-sel otak agar tetap berfungsi secara optimal.

Reseptor ini diaktifkan oleh protein yang disebut dengan brain-derived neurotrophic factor (BDNF), protein ini memfasilitasi pertumbuhan dan perbedaan koneksi atau sinapsis yang bertanggung jawab terhadap komunikasi antar neuron. Sedangkan protein BDNF berfungsi sebagai kunci dalam hal pembentukan ingatan.

"Hasil penemuan ini menunjukkan hubungan antara pembelajaran dengan pertumbuhan otak, sehingga kita dapat memperkuat hubungan tersebut yang memungkinkan terciptanya pengobatan untuk masa depan," ujar Lulu Chen, peneliti lulusan anatomi dan neurobiologi, seperti dikutip dari ScienceDaily, Kamis (4/3/2010).

Peneliti juga menemukan bahwa proses ini berkaitan dengan proses pembelajaran yang berhubungan dengan ritme otak yang disebut dengan ritme theta, irama ini penting dalam hal pengkodean memori baru.

Ritme theta terjadi di daerah hippocampus yang melibatkan banyak neuron yang dapat menembak secara serentak dengan tingkatan 3-8 kali per detik, serta menjadi mekanisme seluler yang mendasari proses pembelajaran dan memori.

"Hubungan ini memiliki implikasi untuk menjaga kesehatan otak agar tetap baik. Terdapat bukti bahwa ritme theta akan melemah saat usia seseorang bertambah sehingga menyebabkan gangguan memori. Karena itu aktivitasnya harus dirangsang agar tidak melemah dan lajunya tetap konstan, sehingga membatasi penurunan memori," ujar Christine Gall, seorang profesor anatomi dan neurobiologi.

Dengan seringnya seseorang mempelajari sesuatu, maka akan membuat pertumbuhan otak tetap sehat. Selain itu rangsangan mental akan membantu mencegah kepikunan.
Saat suasana sepi dan hening otak manusia ternyata masih mampu mendengar suara meskipun suara tersebut tak bisa didengar manusia. Manusia tidak bisa mendengar karena adanya perbedaan jalur perjalanan, yang membuat suara hanya bisa didengar otak.


Peneliti Amerika Serikat menemukan bahwa pada kondisi hening dan sepi, otak masih mendengar suara yang keras dan jelas. Tapi suara ini tidak bisa didengar manusia yang menganggap sekelilingnya tidak ada suara.

Berdasarkan penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim dari University of Oregon ditemukan bahwa ada rute yang terpisah pada awal perjalanan suara dan pemberhentiannya. Padahal selama ini diduga stimulus perjalanan suara melalui jalur-jalur otak adalah sama dari awal hingga akhir.

"Ini adalah sesuatu yang banyak kita lihat di otak yaitu fitur-fitur penting untuk persepsi dari sesuatu hal dan menggambarkannya secara eksplisit," ujar Michael Wehr, ketua peneliti dan psikolog di University of Oregon's Institute of Neuroscience, seperti dikutip dari ABC.net.au, Senin (1/3/2010).
Pernah kesel dengan peraturan di sekolah? Wajar juga seh, kalau sesekali kesel, tapi believe me itu untuk kebaikan kalian.

Pernah merasa peraturan yang ada tu ga penting? Once again, believe me ada peraturan-peraturan lain yang lebih ga penting lagi karena tanpa peraturan itu pun orang-orang tidak mungkin melakukannya.


Lihat daftar peraturan-peraturan ajaib di bawah ini:

THAILAND :Dilarang keluar rumah tanpa mengenakan celana dalam. (Emang siapayang mau ngecek ya? masa di razia? Kalau ketauan ga pake gimana yaaa???)

FILIPINA :
Untuk mengurangi tingkat kemacatan lalu lintas kota Manila , ditetapkan bahwa :
Kendaraan bernomor akhir 1 atau 2 tidak diizinkan beroperasi di hari Senin.
Sedangkan angka 3 & 4 tidak boleh di hari Selasa, 5 & 6 tidak boleh di hari Rabu, 7 & 8 tidak boleh di hari Kamis, 9 & 0 tidak boleh di hari Jumat. Peraturan ini berlaku sejak pukul 07.00 pagi setiap harinya. (ide bagus ne, walau agak rumit seh)

SWISS :

a. Dilarang berkebun di hari minggu. Alasannya : BERISIK!!! (hahaha..ada-ada aja)
b. Walau warga Swiss dilarang menjual, membeli, menyelundupkan, dan memproduksi minuman beralkohol, tapi mereka diizinkan untuk mengkonsumsinya. (peraturan yang aneh)

SWEDIA :
Dilarang mengecat rumah tanpa ijin dari pemerintah dan harus menggunakan cat yang sudah mendapat sertifikat / ijin dari pemerintah. (agak ribet ya)

KOREA SELATAN :Para polisi wajib melaporkan jumlah uang suap yang mereka terima dari para pengendara yang mereka tilang. (Heeee… Aneeeh… Superr Aneeh... -__-’)