Tahun pelajaran 2009/2010 sudah usai. Anak-anak kelas XII juga sudah lulus, itu berarti SMA 1 Ngawen akan membuka pendaftaran siswa baru kembali.

Menurut rencana pendaftaran akan dibuka tanggal 1 Juli hingga 3 Juli. Gratis tanpa dipungut biaya. Kemungkinan hanya diminta untuk membeli map aja. Ya standart lah yang kayak gitu.

Calon siswa-siswa baru hanya diminta membawa ijazah dan SKHU (beserta fotokopinya yang sudah dilegalisir). Selain itu juga diharapkan membawa foto 3x4. Untuk jumlahnya belum ada keterangan lebih lanjut yang aku tahu. Tapi untuk berjaga-jaga, siapkan saja secukupnya.

Info ini masih bersifat sementara. Untuk lebih jelasnya akan aku upload Rabu depan.
Siang tadi selepas aku membagikan raport aku lihat ada beberapa sms di inboxku. Aku langsung buka kotak pesan masuk itu dan ternyata salah satunya dari muridku. Dia bertanya, "Pak, nilaiku kok B bukan A?"

Menerima pesan dengan pertanyaan seperti itu jujur seneng. Pertama, karena dia kritis, mau bertanya apa yang tidak dia pahami. Kedua, pertanyaan itu secara tidak langsung menunjukkan keinginan dia untuk mendapatkan nilai A. Itu berarti dia mempunyai semangat yang tinggi. Tentu aku bahagia mengetahui ada muridku yang bersemangat seperti itu.

Mungkin saja, selain anak itu, ada diantara kalaian yang bertanya-tanya kenapa nilainya tidak seperti yang dikira. Apapun pertanyaan kalian, feel free to ask. Tanya aja, dan aku akan dengan senang hati menjawabnya.

Kali ini disini aku akan menjelaskan yang ditanyakan salah satu siswaku itu, yang berkaitan dengan nilai afektif. Nilai sikap atau afektif yang aku ambil itu berdasarkan lima indikator, yaitu mengerjakan tugas, jujur dalam mengerjakan tugas/ulangan, tepat waktu dalam mengerjakan tugas, bertanggung jawab, dan berani bertanya/mengemukakan pendapat.


Minggu ini mungkin minggu yang santai buat kalian. Tiap hari kalian pergi ke sekolah hanya untuk main. Tidak ada pelajaran (ya iyalah namanya abis ujian), mungkin sedikit remedy. Sedikit, karena guru-guru pun akan sibuk ngurusi nilai kalian. Itu bukan pekerjaan yang mudah. Paling tidak menurutku.

Kemarin adalah puncaknya. Selasa lalu, seharian dari pulang sekolah sampai Rabu jam 05.0an aku mengerjakan nilai-nilai kalian. Semua mulai mengkoreksi, memasukkan nilai, menghitung, dan mengecek ulang.  Iya bener aku mengerjakannya seharian mulai dari Selasa sampai Rabu. Semenitpun aku tidak tidur untuk menyelesaikan itu semua.

Akibatnya, pagi tadi ketika berangkat ke sekolah aku ngantuk banget. Perjalanan Cepu-Ngawen yang biasanya cuma 1 jam menjadi 1,5 jam lebih. Beberapa kali aku berhenti karena saking ngantuknya. Tapi, aku akhirnya nyampai juga ke sekolah.

Anyway, hari-hari ini selain hari santai, mungkin juga hari yang menegangkan buat kalian. Tegang karena tak tahu entah nanti mendapat nilai berapa, atau bahkan khawatir karena tak tahu naik kelas atau tinggal kelas. Sabtu depan adalah hari penentuannya. Saat artikel ini aku tulis, kurang tiga hari lagi.

Untuk Bahasa Inggris (dan mungkin pelajaran lainnya) kalian tak perlu menunggu lebih lama. Bagi kelas-kelas yang aku ajar, kalian bisa melihatnya disini di blog ini. Klik saja tab yang ada di atas artikel ini. Kelihatan kan?

Nilai-nilai yang aku pasang hanya nilai akhirnya saja. Mungkin sekali nilai itu tidak memuaskan kalian, tapi tolong ingat apa yang aku katakan dulu. Penentunya di nilai semesteran (UAS), jika nilai tes itu bagus maka raport juga kemungkinan besar bagus. Tapi sebaliknya, maka nilai raport juga akan jelek.  Berapapun nilai itu tidaklah terlalu penting. Yang penting adalah kalian sudah berusaha keras untuk itu dan juga jujur dalam mencapainya. Tidak mengapa nilai sekedar empat yang penting sudah mencoba yang terbaik yang kalian bisa.

Jika kalian memang tidak suka dengan nilai itu, maka waktunya evaluasi dan perbaiki lagi kedepannya. Berusaha lah lebih keras agar nilainya nanti akan lebih baik lagi. Karena percuma juga kalian kesal, jengkel, dan sedih karena nilai jelek apabila nanti sikap kalian tetap sama, jam belajar tidak ditambah, tidak belajar lebih rajin lagi. Kamu tahu apa itu artinya? Berarti jengkel, kesel, dan sedihmu palsu!

Apakah jengkel, kesel, dan sedih kalian palsu?

Buktikan itu.

Semangatlah. Ini awal bukan akhir.
Malam semua,

Untuk kalian yang sengaja buka blog ini untuk ngecek nilai, silakan klik tab "Hasil tes" di atas. Disitu tempat untuk melihat nilai. Untuk sementara  baru nilai kelas XI Sosial 2 dan XI Sosial 4. Mohon maaf rata-rata nilai ulangan belum bisa aku tampilkan. Aku belum selesai menghitung dan memasukkan datanya. Jika kalian ingin tahu, kalian bisa menghitungnya sendiri. Kalian tentu tahu caranya. Nilai tugas dan Afektif juga belum bisa aku upload. Segera menyusul. Selalu cek blog ini untuk mengetahui update nilai terbaru.

Selamat membaca. Tolong nilainya dicek, siapa tahu ada kekeliruan. Jika ada pertanyaan, atau komplain langsung saja sms aku, atau tulis komentar kalian di widget Facebook di sebelah kanan. 

Dody Luhansa

Apa yang kamu rasakan jika kamu menginginkan sesuatu, sedang sesuatu itu sangat susah didapat, hingga kamu harus bekerja sangat keras, hingga bertahun-tahun untuknya? Bayangkan jika kamu mencintai seseorang dan berusaha keras bertahun-tahun, menunggunya bertahun-tahun untuk bisa bersamanya? Tentu kita akan sangat bahagia. Pasti kita kan terharu. Sangat mungkin kita akan menangis.

Itulah yang dirasakan oleh Javier Zanetti, kapten dari Internazionale Milano. Tangis bahagia sang kapten adalah tangis hasil dari perjuangan bertahun-tahun. Sejak tahun 1995 dia bergabung dengan Inter. Sejak saat itu pula dia setia di klub favoritku itu. Saking lamanya disitu (15 musim) hingga menjadikannya pemain berpenampilan terbanyak kedua di La Beneamata, di bawah Giussepe Bergomi, salah satu lengenda Inter lainnya yang juga bek. Rekor itu tahun depan sangat mungkin dipecahkan olehnya.

Bukan tahun-tahun yang mudah 15 tahun bersama Inter. Di awal-awal keberadaannya di klub yang berasal dari Milan ini, dia bahkan harus berpuasa gelar. Saat itu di akhir 90-an dan awal tahun 2000an, Internazionale sangat menderita. Ketika itu  Juventus berjaya dan sering kali tak tersentuh karena bantuan wasit. Aku masih sangat ingat pertandingan terakhir yang menentukan gelar antara Inter vs Juventus (musim 1997/1998), saat Ronaldo sangat jelas diganjal di kotak pinalti tapi wasit tidak meniup peluitnya dan beberapa detik kemudian malah memberi pinalti pada Bianconeri. Kecurangan yang sangat-sangat jelas itu sangat menyakitkan.




Selain di serie A, kekecewaan terutama sering dirasakan ketika La Beneamata selalu tersingkir di Piala Champions (yang sekarang bernama Liga Champions).

Meskipun begitu, J.Zanetti tetap saja di Inter Milan. Bisa saja dia pindah untuk mendapatkan kesempatan meraih trofi (seperti Zlatan Ibrahimovic yang pindah ke Barcelona karena ingin memperoleh gelar liga Champions), tapi tak dilakukannya. Penerus dari Giusseppe Bergomi ini tetap memakai berkostum hitam dan biru.

Akhirnya, malam tadi pengorbanannya terbayar. Trofi liga Champions berhasil diangkatnya, hingga air matanya menetes karena bahagia.

Sebagai supporter, 15 tahun sudah aku menjadi interisti. Sejak kelas tahun 1996, satu tahun, setelah el capitano bergabung ke Nerazzuri, aku menjadi penggemar Inter. Aku juga merasakan masa-masa sulit team kesayanganku ini. Sebelum calciopoli terbongkar, sering kali aku kesal karena perlakuan wasit. Sering pula kekecewaan datang karena Inter tak bisa menggondol piala. Sering seharian ga enak makan karena Inter kalah.  Sering pula menahan kesal diolok-olok teman karena membela Inter. Tapi semua adalah harga yang harus dibayar untuk kebahagiaan yang bisa meneteskan air mata. Grazie El Capitano, Terima kasih kapten.