>[youtube http://www.youtube.com/watch?v=tTmNmRqkieM&hl=en&fs=1&]
>[youtube http://www.youtube.com/watch?v=pfP1oKy_CWc&hl=en&fs=1&]
>Amerika serikat memang terkenal sebagai negara adidaya, adikuasa, ataupun negara super power. Tapi ternyata untuk koneksi internet mereka bukanlah yang terhebat.
Seperti yang dilansir oleh Yahoo.com Communications Workers of America (CWA) mencatat bahwa negara dengan kecepatan koneksi tercepat adalah Korea Selatan dengan 20,4 megabyte per detik (mbps). Sebagai perbandingan, kecepatan paling tinggi di Indonesia adalah 2,8 mbps. yang mana pada kenyataannya todak pernah seperti itu. Hampir 10 kali lebih cepat!
Di urutan kedua ada Jepang dengan 15,8 mbps. Setelah itu, yang ketiga yaitu Swedia dengan 12,8 mbps. Keempat ialah Belanda 11.0 mbps.
Lebih lanjut lagi tidak disebutkan negara mana saja di urutan ke-5 dan seterusnya. Satu yang disebutkan adalah bahwa Amerika Serikat ada di peringkat ke-28!
Jika Amerika saj di urutan itu, aku jadi bertanya-tanya Indonesia ada di yang ke berapa. Selama aku kenal inetrnet dari tahun 1998 kecepatan yang paling tinggi adalah 1,4 mbps. ketika itu aku mendownload antivirus McAfee sebesar 100 mb dalam waktu 1 menit saja. Bahkan kurang. Selain itu tak pernah lagi aku merasakan koneksi secepat itu. FYI waktu itu aku di warnet yang memakai IM2 sebagai providernya. Kapan ya Indonesia punya koneksi internet yang secepat di Korea. Mimpi dulu ah...
Seperti yang dilansir oleh Yahoo.com Communications Workers of America (CWA) mencatat bahwa negara dengan kecepatan koneksi tercepat adalah Korea Selatan dengan 20,4 megabyte per detik (mbps). Sebagai perbandingan, kecepatan paling tinggi di Indonesia adalah 2,8 mbps. yang mana pada kenyataannya todak pernah seperti itu. Hampir 10 kali lebih cepat!
Di urutan kedua ada Jepang dengan 15,8 mbps. Setelah itu, yang ketiga yaitu Swedia dengan 12,8 mbps. Keempat ialah Belanda 11.0 mbps.
Lebih lanjut lagi tidak disebutkan negara mana saja di urutan ke-5 dan seterusnya. Satu yang disebutkan adalah bahwa Amerika Serikat ada di peringkat ke-28!
Jika Amerika saj di urutan itu, aku jadi bertanya-tanya Indonesia ada di yang ke berapa. Selama aku kenal inetrnet dari tahun 1998 kecepatan yang paling tinggi adalah 1,4 mbps. ketika itu aku mendownload antivirus McAfee sebesar 100 mb dalam waktu 1 menit saja. Bahkan kurang. Selain itu tak pernah lagi aku merasakan koneksi secepat itu. FYI waktu itu aku di warnet yang memakai IM2 sebagai providernya. Kapan ya Indonesia punya koneksi internet yang secepat di Korea. Mimpi dulu ah...
Dua hari yang lalu, sekitar jam 9.30 malem, aku keluar untuk mencari makanan karena di rumah sudah tidak ada lagi. Males sebenarnya, tapi perut sudah ga tahan lagi akhirnya ya aku berangkat juga.
Aku pake jaketku, tak lupa juga kenakan helmku, trus aku keluarkan motorku dan segera pergi mencari pengisi perutku. Seperti biasa, waktu itu aku berencana membeli makanan di tempat biasanya. Bukan makanan yang mewah, cuma sekedar nasi pecel. Murah tapi enak. Unfortunately, ketika aku sampai disana ternyata mereka ga jualan. Ya sudah aku segera ke alternatif lainnya. Sayangnya, sekali lagi, tempat yang aku tuju tutup. Dua tempat dimana aku biasanya makan tutup. Jujur, setelah itu aku bingung akan makan dimana. Sambil terus berpikir aku teruskan motorku berjalan sambil tengok kiri dan kanan mencari tempat makan yang kira-kira cocok di lidahku. Kesana kemari aku menyetir motorku tapi tetap saja aku bingung harus mengisi perut dimana. Setelah lama berputar-putar aku akhirnya menghentikan motorku di satu warung nasi pecel. Aku ga pernah ke tempat itu, dan aku ga suka coba-coba, tapi I got no choice I guess. Cukup dengan 3 ribu nasi pecel telah terbeli.
Setelah mendapatkan apa yang kau cari aku lalu ke Indomaret Ketapang. Aku jarang banget ke Indomaret itu (biasanya ke Indomaret Ngareng), tapi kartena mencari sesuatu yang tidak ada di Indomaret satunya aku lalu mencoba ke Indomaret Ketapang. Masuk aku langsung menuju rak tempat barang yang aku cari berada. Lagi konsen nyari tiba-tiba aja ada yang memanggilku. And guess what, It was my ex-student. Di situ aku ketemu dengan nuridku yang baru lulus kemarin. What a surprise. Kaget banget aku. Sama sekali tak pernah kebayang dia akan kerja disini. Anak itu sendiri juga kaget banget lihat aku. Katanya aku ga kayak kalo lagi di skul. Ya iyalah kan aku ga pake seragam. Anyway, dia sepertinya malu ketemu aku. Karena ga nyangka banget, aku pun jadi pengen senyum terus karena tahu dia disini.
Frankly speaking, tahu dia kerja merupakan kejutan yang menyenangkan buatku. Ketika banyak teman-temannya yang ga jelas gimana nasibnya bahkan ada yang mersa nyaman dengan status penganggurannya, dia mau usaha cari aktivitas. Great. Bagus banget. Aku seneng ngelihatnya, walau dia tak begitu senang karena malu ketahuan ma aku. Aku jadi teringat dengan teman-temannya yang lain, Aku harap mereka juga punya keinginan dan kemauan seperti dia. I hope the best for you guys.
What a surprise indeed.
Aku pake jaketku, tak lupa juga kenakan helmku, trus aku keluarkan motorku dan segera pergi mencari pengisi perutku. Seperti biasa, waktu itu aku berencana membeli makanan di tempat biasanya. Bukan makanan yang mewah, cuma sekedar nasi pecel. Murah tapi enak. Unfortunately, ketika aku sampai disana ternyata mereka ga jualan. Ya sudah aku segera ke alternatif lainnya. Sayangnya, sekali lagi, tempat yang aku tuju tutup. Dua tempat dimana aku biasanya makan tutup. Jujur, setelah itu aku bingung akan makan dimana. Sambil terus berpikir aku teruskan motorku berjalan sambil tengok kiri dan kanan mencari tempat makan yang kira-kira cocok di lidahku. Kesana kemari aku menyetir motorku tapi tetap saja aku bingung harus mengisi perut dimana. Setelah lama berputar-putar aku akhirnya menghentikan motorku di satu warung nasi pecel. Aku ga pernah ke tempat itu, dan aku ga suka coba-coba, tapi I got no choice I guess. Cukup dengan 3 ribu nasi pecel telah terbeli.
Setelah mendapatkan apa yang kau cari aku lalu ke Indomaret Ketapang. Aku jarang banget ke Indomaret itu (biasanya ke Indomaret Ngareng), tapi kartena mencari sesuatu yang tidak ada di Indomaret satunya aku lalu mencoba ke Indomaret Ketapang. Masuk aku langsung menuju rak tempat barang yang aku cari berada. Lagi konsen nyari tiba-tiba aja ada yang memanggilku. And guess what, It was my ex-student. Di situ aku ketemu dengan nuridku yang baru lulus kemarin. What a surprise. Kaget banget aku. Sama sekali tak pernah kebayang dia akan kerja disini. Anak itu sendiri juga kaget banget lihat aku. Katanya aku ga kayak kalo lagi di skul. Ya iyalah kan aku ga pake seragam. Anyway, dia sepertinya malu ketemu aku. Karena ga nyangka banget, aku pun jadi pengen senyum terus karena tahu dia disini.
Frankly speaking, tahu dia kerja merupakan kejutan yang menyenangkan buatku. Ketika banyak teman-temannya yang ga jelas gimana nasibnya bahkan ada yang mersa nyaman dengan status penganggurannya, dia mau usaha cari aktivitas. Great. Bagus banget. Aku seneng ngelihatnya, walau dia tak begitu senang karena malu ketahuan ma aku. Aku jadi teringat dengan teman-temannya yang lain, Aku harap mereka juga punya keinginan dan kemauan seperti dia. I hope the best for you guys.
What a surprise indeed.
>Meski dulu ada MySpace, entah mengapa, Friendster sangat terkenal di Indonesia. Ketika orang-orang di Amerika heboh karena Facebook, bangsa ini kemudian latah menggunakan Facebook. Ketika situs social networking itu sudah mewabah di Indonesia, di Amerika sudah sibuk Twitter-an. Ya Twitter. Situs social networking terbaru yang sedang happening di negara barat. Seperti halnya Facebook yang mirip dengan Friendster, Twitter juga bisa dikatakan sebelas dua belas dengan Facebook.
Anyway, seperti yang baru-baru ini dikutip Detik.com, Twitter ditolak dalam usahanya mematenkan kata "tweet". FYI, "tweet" adalah kata kerja yang digunakan untuk merujuk pada kegiatan mengupdate status di Twitter. Jadi bisa dikatakan "tweet" adalah ciptaan Twitter. Itulah yang membuat penolakan akan usaha Twitter mematenkan kata "tweet" menjadi aneh. Usut punya usut, ternyata ada pihak lain yang terlebih dahulu mematenkan kata itu!!
Aku jadi teringat berita hampir serupa yang juga baru 2-3 hari ini muncul tentang tari pendet yang diklaim Malaysia. Aneh ya bagaimana ada orang yang begitu tak tahu malu, mengklaim apa yang bukan haknya. Sungguh aku tidak habis pikir bagaimana mereka bisa melakukannya. Aku benar-benar tak bisa membayangkan apa yang melatari tindakan mereka. Memang terkadang hidup tidak adil, tapi itulah hidup. Segala sesuatunya tak selalu berjalan sesuai keinginan kita, tapi apapun yang terjadi kita harus tetap tegak berjalan.
Itu juga yang terjadi dengan Twitter, paten mereka akan "tweet" memang ditolak, tapi mereka tak patah arah, mereka berusaha mematenkan satu kata baru yaitu "retweet".
Hidup selalu terus berjalan.
Anyway, seperti yang baru-baru ini dikutip Detik.com, Twitter ditolak dalam usahanya mematenkan kata "tweet". FYI, "tweet" adalah kata kerja yang digunakan untuk merujuk pada kegiatan mengupdate status di Twitter. Jadi bisa dikatakan "tweet" adalah ciptaan Twitter. Itulah yang membuat penolakan akan usaha Twitter mematenkan kata "tweet" menjadi aneh. Usut punya usut, ternyata ada pihak lain yang terlebih dahulu mematenkan kata itu!!
Aku jadi teringat berita hampir serupa yang juga baru 2-3 hari ini muncul tentang tari pendet yang diklaim Malaysia. Aneh ya bagaimana ada orang yang begitu tak tahu malu, mengklaim apa yang bukan haknya. Sungguh aku tidak habis pikir bagaimana mereka bisa melakukannya. Aku benar-benar tak bisa membayangkan apa yang melatari tindakan mereka. Memang terkadang hidup tidak adil, tapi itulah hidup. Segala sesuatunya tak selalu berjalan sesuai keinginan kita, tapi apapun yang terjadi kita harus tetap tegak berjalan.
Itu juga yang terjadi dengan Twitter, paten mereka akan "tweet" memang ditolak, tapi mereka tak patah arah, mereka berusaha mematenkan satu kata baru yaitu "retweet".
Hidup selalu terus berjalan.