>Sesuai jadwal, mid-semester di SMANGA akan dilakukan mulai hari ini, tanggal 19 Oktober, sampai besuk Sabtu, tanggal 24 Oktober. Berbeda dengan Final Semester Test, di Ujian Tengah Semester ini waktu tesnya adalah 60 menit. UAS-nya sendiri dimulai pada pukul 07.30.

Di jam pertama, mulai jam 07.30-08.30 aku mengawasi Ruang 15, yang merupakan dari anak kelas XII Sosial 4 dan XI Alam 2. Pada jam ke-2, aku bertugas di Ruang 16, tempat dari anak-anak yang berasal dari kelas yang sama seperti di ruang sebelumnya tapi ber-absen no. 21 keatas. Ruang 4 menjadi tempatku bekerja untuk terakhir kalinya di Senin ini.


Hari pertama ini Mid berlangsung lancar. Semua anak bisa bersikap jujur dan tenang dalam mengerjakan. Aku sungguh senang dan bangga melihat mereka semua. Keep on the good work boys.

Sebagai awal, tentu itu semua merupakan awal yang bagus. Semoga makin hari semuanya menjadi semakin baik.
>[youtube http://www.youtube.com/watch?v=--3fsZRMR98&hl=en&fs=1&]
>Bahwa ponsel atau HaPe mengeluarkan radiasi ponsel yang bisa menyebabkan beberapa penyakit seperti tumor otak memang masih dipertanyakan, namun para peneliti tetap mengkhawatirkan efek terakumulasinya radiasi tersebut. Apa saja langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi radiasi tersebut?

Dalam situs The Food and Drug Administration's disebutkan bahwa bukti adanya hubungan antara ponsel dengan masalah kesehatan memang belum ada, namun FDA membenarkan bahwa ponsel mengeluarkan radiasi level rendah dan energi radiofrekuensi (RF) tidak panas yang tidak akan merusak DNA.

Meskipun demikian, energi RF bersifat kumulatif dan bisa juga membahayakan jika berlebihan. Apalagi saat ini sudah banyak anak-anak yang memiliki ponsel dan berisiko terkena radiasi tersebut. Jika ketika masih kecil sudah terkena radiasi tersebut, kemungkinan pada saat dewasanya akan mengalami gangguan kesehatan.

Sebelumnya, organisasi The Environmental Working Group (EWG) pernah melakukan studi pada tahun 2007 dan melaporkan bahwa adanya peningkatan jumlah anak hiperaktif sebesar 80 persen pada anak-anak yang semasa kecilnya menggunakan ponsel atau ketika di dalam kandungan ibunya sering menelepon dengan ponsel.

Risiko penyakit lainnya yang diprediksi bisa muncul dalam jangka waktu 10 tahun dengan intensitas penggunaan yang sering adalah glioma atau tumor otak (60 persen), tumor kelenjar ludah (50 persen), migrain dan vertigo (10-20 persen).

Pada tahun 2008, parlemen di Eropa pernah melakukan resolusi untuk mengembangkan radiasi ponsel yang lebih kecil namun aturan itu hingga kini belum bisa diaplikasikan. Untuk itu, satu-satunya langkah mengurangi radiasi tersebut adalah dengan menjauhkannya sebisa mungkin dengan organ tubuh.

"Sebaiknya gunakan speaker daripada mendekatkan ponsel ke telinga. Jarak otak dan telinga yang dekat akan membuat radiasinya cepat masuk ke otak. Menggunakan speaker bisa menjauhkan jarak radiasi hingga 15 inci dan mengurangi RF ke otak hingga 1/225th," ujar Dr. Andrew Weil seperti dilansir Huffington Post, Senin (12/10/2009).

Selain itu, Andrew pun menyarankan agar:

1. Menggunakan telepon umum (biasa) jika ingin berbicara cukup panjang
2. Jika tidak memungkinkan memakai speaker, gunakan headset untuk menjauhkan radiasi dari tubuh
3. Tidak meletakkan handphone dalam satu ranjang ketika sedang tidur
4. Cari tahu berapa jumlah RF dari ponsel dengan menggunakan metode Specific Absorption Rate atau SAR. Di Amerika, SAR yang diperbolehkan adalah 1,6 watt per kilogram dan setiap ponsel memiliki SAR yang berbeda-beda.
5. Setiap perusahaan ponsel memberi keterangan label emisi radiasi pada ponselnya agar konsumen bisa lebih mengantisipasi bahayanya.

Dikutip dari: detik.com
>Orang Jepang sepertinya tergila-gila soal mengutak atik teknologi robot. Misalnya saja Takeshi Maeda, ia secara mandiri membuat robot bernama OmniZero yang mengundang decak kagum para pecinta robot di negeri Sakura itu.

Robot OmniZero bikinan Maeda sebelumnya telah dibuat dalam beberapa versi. Generasi kesembilan robot ini telah dipamerkan dengan kehebatan bisa berubah-ubah wujud secara otomatis, layaknya robot di film Transformers.

Cnet, Selasa (29/9/2009), menulis bahwa versi terbaru OmniZero ini bisa berubah-ubah sendiri, dari wujud robot humanoid biasa menjadi kendaraan beroda dan juga sebagai tempat duduk manusia.

Demo robot ini memang cukup menarik dan bisa disaksikan di YouTube. Di situ, tampak si robot menggerakkan kepalanya ke belakang sehingga menyediakan tempat bagi orang untuk duduk. Nah, orang yang duduk di tubuh OmniZero bakal digendong ke mana-mana.

Robot ini juga bisa bertranformasi jadi kendaraan beroda dan kemudian kembali lagi berubah menjadi robot biasa yang dapat bergerak-gerak layaknya manusia.

Sejak tahun 2003, aksi OmniZero memang cukup disukai dengan berbagai kebolehannya. Misalnya saja generasi keempat robot ini bisa memanjat, melompati tali dan juga memecahkan telur. Maeda selaku pembuatnya memang sering bekerja dengan perusahaan robot setempat sehingga mampu membuat robot canggih ini.

Sumber: detik.com

Penasaran pengen tau gimana robotnya? Liat aja video di bawah,

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=uqnxt9vGAmE&hl=en&fs=1&]
>[youtube http://www.youtube.com/watch?v=GUjiOHA7GAo&hl=en&fs=1&]